3. Franz Beckenbauer
Franz Beckenbauer masuk dalam pemain terbaik pilihan Cruyff. Legenda sepakbola Jerman itu memang dikenal andal dalam mengisi posnya sebagai sweeper (posisi bek tengah yang berdiri paling belakang persis di depan kiper). Semasa kariernya, Der Kaiser –julukan Beckenbauer– paling lama membela Bayern Munich. Bersama Bayern, ia tercatat menyumbangkan 13 gelar dengan rincian empat gelar Bundesliga, empat DFB Pokal, tiga Liga Champions (dulu bernama European Cup), satu UEFA Winners Cup, dan satu Intercontinental Cup.
4. Ruud Krol
Berikutnya ada mantan pemain Timnas Belanda, Ruud Krol. Krol memang bukan sosok asing dalam karier Cruyff. Keduanya pernah bermain bersama ketika masih membela Ajax Amsterdam dari 1968 hingga 1973. Bersama Ajax, ia menyumbangkan 15 gelar, termasuk di antaranya tiga gelar beruntun Liga Champions yang dimenangkannya bersama Cruyff.
5. Pep Guardiola
Pep Guardiola merupakan satu sosok yang sangat dikagumi Cruyff. Cruyff menilai Guardiola adalah pelatih yang luar biasa. Bahkan, Cruyff mengaku beruntung ketika dirinya sudah pensiun, pelatih Bayern Munich itu baru memulai kariernya sebagai pelatih. Karena kalau tidak, ia yakin Guardiola bisa mengancam kariernya.
Kehebatan Guadiola memang tidak perlu diragukan lagi. Sebelum dikenal hebat sebagai pelatih, ia sudah dikenal sebagai salah satu gelandang bertahan top. Ia pernah meraih gelar individu Pemain Terbaik Spanyol pada 1992.
6. Sir Bobby Charlton
Berikutnya ada nama Sir Bobby Charlton yang menjadi pilihan Cruyff. Charlton dan Cruyff diketahui memang saling mengenal baik. Bahkan, nama Cruyff juga masuk dalam kesebelasan terbaik di mata Charlton.
Semasa kariernya, Charlton paling lama bermain untuk Manchester United yakni selama 17 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, pria yang kini berusia 78 tahun itu mampu mempersembahkan tiga gelar liga domestik, satu gelar FA Cup, empat gelar Community Shield (dulu bernama Charity Shield), dan satu gelar Liga Champions.
3. Franz Beckenbauer
Franz Beckenbauer masuk dalam pemain terbaik pilihan Cruyff. Legenda sepakbola Jerman itu memang dikenal andal dalam mengisi posnya sebagai sweeper (posisi bek tengah yang berdiri paling belakang persis di depan kiper). Semasa kariernya, Der Kaiser –julukan Beckenbauer– paling lama membela Bayern Munich. Bersama Bayern, ia tercatat menyumbangkan 13 gelar dengan rincian empat gelar Bundesliga, empat DFB Pokal, tiga Liga Champions (dulu bernama European Cup), satu UEFA Winners Cup, dan satu Intercontinental Cup.
4. Ruud Krol
Berikutnya ada mantan pemain Timnas Belanda, Ruud Krol. Krol memang bukan sosok asing dalam karier Cruyff. Keduanya pernah bermain bersama ketika masih membela Ajax Amsterdam dari 1968 hingga 1973. Bersama Ajax, ia menyumbangkan 15 gelar, termasuk di antaranya tiga gelar beruntun Liga Champions yang dimenangkannya bersama Cruyff.
5. Pep Guardiola
Pep Guardiola merupakan satu sosok yang sangat dikagumi Cruyff. Cruyff menilai Guardiola adalah pelatih yang luar biasa. Bahkan, Cruyff mengaku beruntung ketika dirinya sudah pensiun, pelatih Bayern Munich itu baru memulai kariernya sebagai pelatih. Karena kalau tidak, ia yakin Guardiola bisa mengancam kariernya.
Kehebatan Guadiola memang tidak perlu diragukan lagi. Sebelum dikenal hebat sebagai pelatih, ia sudah dikenal sebagai salah satu gelandang bertahan top. Ia pernah meraih gelar individu Pemain Terbaik Spanyol pada 1992.
6. Sir Bobby Charlton
Berikutnya ada nama Sir Bobby Charlton yang menjadi pilihan Cruyff. Charlton dan Cruyff diketahui memang saling mengenal baik. Bahkan, nama Cruyff juga masuk dalam kesebelasan terbaik di mata Charlton.
Semasa kariernya, Charlton paling lama bermain untuk Manchester United yakni selama 17 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, pria yang kini berusia 78 tahun itu mampu mempersembahkan tiga gelar liga domestik, satu gelar FA Cup, empat gelar Community Shield (dulu bernama Charity Shield), dan satu gelar Liga Champions.