Platini: Agnelli Salah Hitung Scudetto Juve

Randy Wirayudha, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2013 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 24 47 812261 UQDpMFW5Pe.jpg Michel Francois Platini & Andrea Agnelli (Foto: ist)

NYON – Sebagai pengawal garda segala peraturan sepakbola Eropa – termasuk Italia, Michel Platini ingin meluruskan pernyataan Presiden Juventus, Andrea Agnelli yang tetap mengklaim koleksi Scudetto mereka berjumlah 31 gelar.

 

Platini sendiri sebelum menduduki kursi kepresidenan UEFA, sempat berkarier sebagai pemain bersama Bianconeri. Kecintaan itu masih ada, tapi baginya peraturan adalah peraturan. Si Nyonya Tua sudah dihukum lantaran skandal Calciopoli tujuh tahun silam dan gelar mereka pun “direduksi” dari 31 tinggal hanya 29 gelar.

 

“Saya bisa mengerti fans yang amat mencintai Juventus dan tak ingin melihat kehilangan dua gelar Scudetti. Tapi itu hanya aspirasi suporter dan kemudian ada pula sistem peradilan dan peraturan tertentu yang mengambil gelar mereka,” tutur Platini, seperti dinukil Football-Italia, Jumat (24/5/2013).

 

“Kita harus selalu membela keadilan. Juve sudah membayar kesalahannya, tapi saya yakin tak lama lagi, mereka akan memenangkan gelar ke-30 atau 31. Saya rasa pada level internasional atau nasional, FIGC (PSSI-nya Italia) dan Lega (Calcio) sudah benar dalam menghitung gelar mereka. Hanya Andrea Agnelli yang keliru menghitungnya,” tegasnya.

 

Di balik permasalahan di atas, Platini mengaku terkesan dengan caranya memimpin Andrea Agnelli di La Vecchia Signora. Platini sendiri punya pengalaman dipimpin keluarga Agnelli lainnya – Gianni Agnelli yang tak lain adalah paman Andrea Agnelli.

 

“Andrea punya hasrat yang sama dengan segenap keluarga besarnya, tapi saya melihat dia menunjukkan gairah yang lebih. Dia masih muda dan sangat agresif. Senang rasanya melihat seorang Agnelli lagi memimpin Juve,” sambung legenda tim nasional Prancis itu.

 

“Andrea melakukan pekerjaan hebat dan sering membuat keputusan yang cerdas, seperti saat merekrut Antonio Conte. Klub itu tak hanya tentang satu kepribadian atau satu pemain. Sebelumnya, Juve selalu membicarakan pemain dan sekarang mereka fokus pada pelatih. Conte sosok yang penting, begitupun para pemain yang memenangkan pertandingan,” tambah Platini.

 

Ranah Italia juga belakangan mendapat sorotan negatif lantaran rasisme terakhir, terjadi saat gelaran lanjutan Serie A AC Milan kontra AS Roma hingga laga itu pun sempat dihentikan. Tapi Platini enggan menyebut Italia adalah sarang rasis – melainkan hanya korban seperti di negara-negara lainnya.

 

“Italia seperti negara-negara lainnya, bukan negara rasis tapi memang ada beberapa oknum bodoh yang membuat pertandingan bisa dihasut isu politik, nasionalisme atau rasisme. Sulit mengatasi orang-orang di stadion dengan alasan buruk itu, terlebih di arena yang disesaki 80 ribu orang,” katanya lagi.

 

“Apa yang dilakukan wasit Gianluca Rocchi yang menghentikan laga Milan-Roma untuk dua menit, menunjukkan keputusan dengan akal sehat. Saya harus memuji ofisial pertandingan terhadap cara mereka mengatasi situasi itu,” tandas Platini.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini