MILAN – Jérôme Boateng tengah meretas kebintangannya di level internasional bersama Jerman pada pentas Euro. Melihat sukses sang adik, Kevin-Prince Boateng mengaku tak ada iri di hatinya. Prince terlanjur bangga membela Ghana ketimbang ikut sang adik membela Jerman.
Ya, Prince yang lahir di Berlin dari ibu seorang warga negara Jerman, sebelumnya meretas karier internasional di sejumlah tim junior Jerman. Terakhir, Prince membela Jerman U-21 di tahun 2007. Tapi ketika akan dipromosikan ke tim senior, Prince menolak.
Prince lebih memilih negara kelahiran ayahnya, Ghana dan tak sedikit pun meninggalkan penyesalan karena tak mengikuti jejak Jérôme ke tim senior Der Panzer. Prince juga ingat ketika beberapa tahun lalu pernah ditawari langsung oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel untuk menjadi punggawa Die Nationalmannschaft.
“Kanselir pernah mengundang saya untuk minum teh bersama dan membicarakan hal itu, tapi sayangnya saat itu saya sedang liburan dan tak bisa menerima tawarannya. Saya lebih memilih menerima tawaran Ghana dan menolak jersey Jerman. Akan tetapi, Jerome tetap setia kepada Jerman,” tutur Prince, seperti disadur GhanaSoccerNet, Rabu (27/6/2012).
“Bahkan jikapun saya bisa kembali, saya akan memilih hal yang sama. Mungkin Kanselir ingin meminta saya kembali ke tim Jerman. Tapi tidak, sudah terlambat. Tidak ada jalan untuk kembali,” lanjut kekasih Melissa Satta tersebut.
Meski Prince dan Jérôme lahir dari rahim yang sama – Christina Boateng, keduanya punya masa kecil yang berbeda, terlebih ketika kedua orang tuanya berpisah. Prince sendiri hidup bersama sang Ibu yang tinggal di kawasan golongan pekerja di Berlin.
Di lingkungan yang jauh dari kemewahan, Prince tumbuh di antara para imigran, baik gipsi dari Rumania, orang-orang Arab, Kroasia, Rusia dan Albania. Mungkin dari situ juga Prince akhirnya fasih berbicara lima bahasa selain Jerman, yakni Inggris, Italia, Prancis, Arab dan Turki.
“Setiap hari saya bergaul dengan orang-orang gipsi Rumania, Arab, Kroasia, Rusia dan Albania. Saat itu saya hanya punya dua pilihan, menjadi pelaku kriminal atau pesepakbola. Saya memilih opsi terakhir dan berjalan bagus untuk saya,” tutup pengidola legenda tinju Muhammad Ali dan aktor Jean-Claude Van Damme tersebut.
(Randy Wirayudha)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.