Kisruh Dualisme Arema Kian Mencemaskan

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2011 02:05 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 13 49 479125 4EozTxohor.jpg Foto: Fans fanatik Arema, Aremania/Koran SI

MALANG - Gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI telah berlalu dan format kompetisi mulai digodok. Namun kondisi di klub Arema FC semakin mencemaskan karena belum ada titik temu terkait sengketa yang mendera manajemen sejak berakhirnya kompetisi lalu.

Praktis belum ada pergerakan berarti yang dilakukan manajemen terkait persiapan untuk musim depan. Baik kubu Rendra Kresna dan Muhammad Nur belum menunjukkan reaksi untuk meletakkan pondasi sebagai landasan kompetisi selanjutnya.

"Sejauh ini belum ada perkembangan. Semua berharap secepatnya ada solusi sehingga tim benar-benar bisa fokus," kata Media Officer Sudarmaji. Diakuinya situasi di manajemen sudah mulai memunculkan bibit kecemasan di benak Aremania.

Selain klub lain yang sudah mulai bergerak mempersiapkan pasukan, kontrak pemain Arema semakin mendekati tanggal kedaluwarsa. Aremania khawatir penanganan tim terlambat karena perpecahan yang tak kunjung usai.

Malah hingga sekarang belum diketahui siapa yang bakal turun tangan memegang kendali Singo Edan. Baik kubu Rendra maupun M. Nur masih terlalu sibuk mempersiapkan diri mencari legalitas posisi masing-masing di klub.

Kubu M. Nur yang menggandeng Walikota Batu, Eddy Rumpoko sama sekali belum bergerak, walau sebelumnya berkoar bakal memperpanjang kontrak semua pemain berikut ofisial. Pemain pun masih menunggu reaksi manajemen soal perpanjangan kontrak.

"Kita pilih menunggu hingga kontrak habis, sekaligus pembicaraan kontrak baru. Sejumlah pemain bersabar karena masih ingin membela Arema musim depan. Semoga secepatnya ada pembicaraan," tutur gelandang Arema Ahmad Bustomi.

Beberapa pemain Arema telah mengakui ada sejumlah tawaran yang masuk, termasuk Ahmad Bustomi. Namun belum ada ketertarikan berganti kostum, karena nyatanya pemain masih berdiri di tempatnya dan menunggu pembicaraan kontrak baru.

Bustomi sendiri berharap manajemen fokus menyiapkan tim untuk musim depan. "Apa pun yang terjadi, kepentingan tim lebih utama. Sayang kalau persiapan akhirnya menjadi korban. Saya berharap tak demikian," lanjutnya.

Sumber di internal tim mengungkapkan, kedua kubu yang bersengketa belum berani membuat keputusan karena landasan hukum yang masih diragukan. Baik Rendra maupun M. Nur masih melihat situasi untuk melangkah lebih jauh.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini