LEICESTER – Pertarungan guru dan Murid di bangku pelatih tersaji saat Leicester menjamu Manchester City dalam lanjutan putaran tiga FA Cup di The Walkers Stadium.
Siapa yang terbaik antara Roberto Mancini yang menukangi City, dan gurunya, Sven Goran Eriksson yang menjadi arsitek Leicester? Tidak ada. Karena kedua tim hanya bisa bermain imbang, 2-2.
Tampil dihadapan pendukungnya di The Walkers Stadium, skuad Sven Goran Eriksson tampil penuh percaya diri menekan klub bertabur bintang, Manchester City. Secara mengejutkan, The Foxes bahkan menuai gol cepat di menit ke-2.
Melalui sebuah skenario serangan yang berawal dari sepak pojok, Sol Bamba menggetarkan gawang yang dikawal Joe Hart. Pemain Pantai Gading ini memanfaatkan umpan yang dikirim dari sisi pertahanan City.Bola sebelumnya mengenai kepala pemain Leicester sebelum jatuh tepat ke kaki Bamba yang kemudian melakukan sontekan mendatar menaklukan Joe Hart.
City berupaya sporadis mengejar ketertinggalan. Di menit 23, gol penyeimbang kedudukan berhasil diciptakan Milner dengan kaki kirinya. Bola yang meluncur ke tiang jauh tak mampu dihalau Chris Wale.
Leicester mampu mengimbangi agresifitas para pemain City.Permainan cepat dan serangan balik yang diperagakan Gallagher dkk kerap membuat barisan belakang City bekerja ekstra keras.
Keunggulan nyaris kembali dipetik Leicester, di menit 40 jika saja tandukan Bamba gagal dihalau Joe Hart. Peluang terjadi ketika Bamba melakukan sundulan dan diblok Joe Hart. Bola kembali memantul kearahnya dan untuk ke dua kali ditanduknya ke gawang. Tapi sayangnya bola kembali mengarah ke Joe Hart yang dengan mudah melakukan penyelamatan.
Di tengah jual beli serangan City justru mampu membalikan keadaan.Berawal dari sepakpojok, Tevez dengan cerdik memanfaatkan umpan yang dikirim Milner ke depan gawang Leicester.
Balik tertinggal, Leicester bermain terbuka. Gol yang ditunggu-tunggu ribuan fans Leicester di The Walkers Stadium akhirnya tercipta berkat blunder yang dilakukan Joe Hart. Kiper nomor satu Inggris ini gagal menangkap bola dengan sempurna hingga terlepas dan disambar Andrew King.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan Leicester untuk mengemas kemenangan bergengsi dari City. Bamba nyaris membuat City tersungkur, melalui tandukannya. Beruntung bagi Mancini, tandukan Bamba gagal berbuah kekalahan bagi City karena masih ditanduk ke luar oleh Milner.
Keasyikan melakukan serangan, pertahanan Leicester sedikit longgar. Akibatnya fatal. Melalui serangan balik dan kerja sama apik Milner mengirimkan bola ke tengah kotak penalti. Tevez meneruskan kepada De Jong yang berlari tanpa kawalan. Namun gelandang Belanda ini melakukan tembakan yang buruk sehingga bola berhasil diselamatkan Weale.Hasil imbang ini memaksa kedua tim harus melakoni laga ulang di kandang City.
(Achmad Firdaus)