DEPOK - Pemerintah Kota Depok akan bertanggung jawab atas tuntutan 40 pemain Persatuan Sepakbola Indonesia Kota Depok (Persikad) untuk membayar gaji yang belum dibayar selama 10 bulan atau satu musim. Namun, sayangnya, harapan para pemain untuk mendapatkan gaji utuh harus ditepis dengan jawaban pemerintah kota yang menolak membayar gaji para pemain 100 persen.
Hal itu dituturkan oleh Ketua Dewan Pembina Persikad yang juga wakil walikota Depok, Yuyun Wirasaputra menanggapi demo pemain Persikad. "Sebenarnya kemarin juga bukan demo, hanya audiensi, hanya ungkapan curhat dari anak kepada bapaknya soal gaji mereka, kita juga memaklumi mereka pasti punya banyak tanggungan, anak istri, dan cicilan." Katanya.
Yuyun meminta kepada para pemain untuk mengerti dan tidak berharap terlalu tinggi dengan memperoleh gaji 100 persen. "Mereka juga harus memahami, kita juga tidak tahu bisa bayar beerapa, tapi yang jelas kita harus bertanggung jawab, mereka juga anak kota Depok, tapi memang tidak bisa 100 persen, kita sudah pailit." Tegasnya.
Yuyun juga mengajak seluruh warga Depok untuk menyumbangkan sebagian uang mereka guna membantu membayar gaji pemain Persikad. "Kalau memang benar warga Depok, dan sayang dengan Persikad, ayo sumbang Rp 4000 per orang, kalau ada 500 ribu warga sudah milyar itu." Ujarnya.
Solusi terakhir, kata Yuyun, Persikad memang akan dijual kepada investor lain. "Itu opsi terakhir, kan di Depok ini banyak pengusaha, kita juga sudah membahas hal ini dengan pengurus, DPRD, dan KONI, untuk menemukan solusi, dan dalam waktu dekat kita akan gelar pertemuan dengan seluruh pengurus." Tuturnya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah Kota Depok, Winwin Winantika mengatakan, pembayaran gaji Persikad sebenarnya memang bukan tanggung jawab pemerintah kota lagi. "Kan memang sudah diatur di peraturan menteri olahraga, kalau APBD tidak lagi mengcover seluruh cabang olah raga, jadi harus madiri dan cari sponsor sendiri." Katanya.
Sebelumnya, 40 pemain Persikad mengamuk di Balaikota lantai 2 untuk mendesak pemerintah kota dan pengurus agar segera membayar gaji mereka dengan total mencapai Rp 4 milyar selama 10 bulan pada musim divisi utama.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.