BANTEN – Kekalahan 2-3 dari Persita Tangerang pada pekan kelima Super League 2026-2027 menutup tren positif Persija Jakarta. Kegagalan merebut kemenangan di Banten International Stadium (BIS), Serang, Banten itu disebut pelatih Persija, Shin Tae-yong, akibat gangguan konsentrasi pemain dan kukuhnya lini pertahanan lawan.
Hasil itu menjadi putusnya rekor kemenangan Persija dalam empat laga terakhirnya. Sementara itu, Persita melanjutkan tren positif dengan belum terkalahkan dalam lima laga, yakni tiga kemenangan dan dua imbang.
Shin Tae-yong mengakui pertahanan Persita kukuh sehingga sulit bagi timnya untuk leluasa dalam mencetak gol. Namun, kondisi stadion yang tidak kondusif juga memengaruhi performa Rizky Ridho dan kolega.
Dalam laga itu, beberapa kali terjadi kerusuhan suporter di tribun penonton. Kejadian itu juga sempat membuat babak kedua ditunda 30 menit.
"Menurut saya, salah satu penyebab kekalahan kami adalah ketidakmampuan menembus pertahanan lawan. Selain itu, ada beberapa situasi selama pertandingan yang membuat jalannya laga terganggu. Hal tersebut tentu kurang baik," kata Shin Tae-yong usai laga, dikutip Minggu (18/10/2026).
Pelatih asal Korea Selatan itu mengakui bahwa Persita bermain lebih baik ketimbang Persija dalam laga tersebut. Jadi, tim tuan rumah pantas mendapatkan tiga poin.
"Namun, sekali lagi, saya menilai para pemain Persita telah berjuang lebih keras dan bermain lebih baik daripada kami. Selamat kepada Persita atas kemenangan ini," tutup STY.
Kekalahan itu tidak membuat Persija tergeser dari puncak klasemen dengan 12 poin. Sementara itu, Persita berada di posisi ketiga dengan mengumpulkan 11 poin.
(Rivan Nasri Rachman)