Datuk Ab Ghani Hassan menambahkan bahwa keputusan akhir pemilihan pelatih tidak berada di tangannya seorang, melainkan wewenang komite eksekutif FAM. Pihaknya juga tetap membuka peluang bagi pelatih lokal maupun mempertahankan pelatih interim saat ini, Tan Cheng Hoe, jika dinilai mampu memberikan hasil maksimal.
Harimau Malaya yang baru saja meraih posisi ketiga di Asean Cup di bawah komando Tan Cheng Hoe memang membutuhkan sosok nakhoda jempolan demi mewujudkan mimpi menembus Piala Dunia. Pengalaman mentereng Moriyasu pun dinilai menjadi alasan utama namanya masuk dalam bursa kandidat.
Moriyasu tercatat sebagai pelatih dengan masa jabatan terlama sepanjang sejarah Timnas Jepang serta juru taktik pertama yang membukukan 100 laga internasional. Pencapaian monumental pernah diukirnya saat menumbangkan raksasa raksasa dunia, Jerman dan Spanyol, di fase grup Piala Dunia 2022.
(Rivan Nasri Rachman)