Meskipun telah mendatangkan tiga gelandang baru, sektor tengah Manchester United masih dinilai kehilangan sosok gelandang bertahan tangguh yang sanggup menjadi tandem ideal bagi Kobbie Mainoo.
Aurelien Tchouameni merupakan profil yang sangat dibutuhkan untuk menyaring serangan lawan dan mengontrol tempo permainan. Real Madrid sempat mempertimbangkan untuk menjual pemain asal Prancis tersebut di awal bursa transfer, namun kepasifan Man United membuat peluang emas ini melayang begitu saja.
Badai cedera di lini depan mengekspos tipisnya pilihan juru gedor Man United. Saat Benjamin Sesko dibekap cedera, Joshua Zirkzee menjadi satu-satunya penyerang murni yang tersedia, mengingat Marcus Rashford, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo lebih optimal beroperasi dari area sayap atau sedikit di belakang striker.
Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace dinilai sebagai opsi yang sempurna. Penyerang asal Prancis yang mencetak minimal 12 gol di liga dalam tiga musim terakhir ini kabarnya hanya dibanderol 25 juta poundsterling oleh Palace, angka yang sangat terjangkau untuk striker berpengalaman yang siap memberikan rotasi berkualitas.
Krisis lini pertahanan Manchester United kian memprihatinkan setelah Matthijs de Ligt harus absen lama akibat cedera, sementara duet Lisandro Martinez dan Harry Maguire kerap tampil inkonsisten. Di sisi lain, memberikan beban utama kepada bek muda seperti Leny Yoro dan Ayden Heaven dinilai terlalu dini.
Nico Schlotterbeck merupakan salah satu bek tengah terbaik di Eropa yang sempat dilirik klub-klub besar pada musim panas lalu. Dengan catatan kebobolan di delapan dari sembilan laga musim ini akibat rentetan kesalahan lini belakang, investasi besar untuk mendatangkan Schlotterbeck dari Borussia Dortmund seharusnya dipertimbangkan demi menghadirkan ketenangan dan pengalaman di jantung pertahanan.
(Rivan Nasri Rachman)