“Saya bisa saja duduk tenang menunggu turnamen berikutnya yang baru akan ada lebih dari setahun lagi, tanpa eksposur sama sekali bagi para pemain maupun diriku sendiri. Tapi teman-temanku, itu bukan gayaku,” lanjut Souto.
Juru taktik berkebangsaan Spanyol itu menegaskan, pengalaman dari Chantada dan nanti menghadapi Noia pada Jumat 21 Agustus 2026, sangat penting. Ia yakin bekal kekalahan hari ini justru adalah sebuah kemajuan.
“Kalah dalam konteks ini adalah sebuah kemajuan. Kesalahan sekecil apapun di sini akan langsung mendapat hukuman,” kata Souto.
“Kamu tidak bisa begitu saja beralih dari mengayuh sepeda lalu tiba-tiba menang di Mandalika dalam ajang MotoGP. Belajar. Menjadi tangguh secara mental. Dan terus berjuang,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)