Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Media Vietnam Soroti Kekecewaan Publik dan Pemain Timnas Malaysia Usai Harimau Malaya Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Sabtu, 03 Oktober 2026 |00:21 WIB
Media Vietnam Soroti Kekecewaan Publik dan Pemain Timnas Malaysia Usai Harimau Malaya Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Media Vietnam Soroti Kekecewaan Publik dan Pemain Timnas Malaysia Usai Harimau Malaya Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 (Instagram/@malaysia_nt)
A
A
A

JAKARTA - Media Vietnam menyoroti kekecewaan publik Malaysia usai skuad Harimau Malaya gagal lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara penyerang Timnas Malaysia, Bergson da Silva, menuding seluruh pihak berpihak kepada Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026. 

Media Vietnam menyoroti waktu tambahan pada pertandingan Timnas Indonesia vs Bangladesh yang berubah. Wasit awalnya memberikan waktu tambahan 2 menit, kemudian berubah menjadi 7 menit. 

Pada waktu tambahan itu, Timnas Indonesia mencetak dua gol cepat pada menit ke-90+6’ dan 90+7’, memastikan kemenangan 9–2 atas Bangladesh. Hasil ini cukup bagi Indonesia untuk menyalip Malaysia dan lolos ke final.

Kedua tim sama-sama mengoleksi 7 poin pada Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, Timnas Indonesia unggul produktivitas gol (11-2) dibandingkan Malaysia (9-0). 

1. Kekecewaan Publik Malaysia

“Perlu dicatat, opini publik di Malaysia menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam terkait jalannya pertandingan Indonesia tersebut. Media dan sejumlah pemain Malaysia mempertanyakan apakah tuan rumah, Indonesia, mendapatkan perlakuan istimewa, khususnya terkait keputusan wasit yang mengubah durasi tambahan waktu,” demikian laporan So ha, dikutip Sabtu (3/10/2026). 

Pemain Timnas Malaysia, Bergson da Silva. (Foto: Instagram/malaysia_nt)
Pemain Timnas Malaysia, Bergson da Silva. (Foto: Instagram/malaysia_nt)

2. Tudingan Bintang Timnas Malaysia

Sementara itu, penyerang naturalisasi Timnas Malaysia, Bergson Da Silva mengungkapkan kekesalannya dalam akun Instagram pribadinya. 

“Konyol sekali; seluruh turnamen ini berpihak pada mereka [Indonesia]. Mereka memainkan ketiga pertandingan mereka di Jakarta pada malam hari, sementara tim-tim lain bermain di Bandung pada siang hari, dengan jeda dua hari antarpertandingan,” katanya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement