Teddy menjelaskan, alasan semua pertandingan digelar terpusat karena merupakan permulaan untuk melihat ketahanan kompetisi dan klub. Selain itu, Teddy juga ingin kompetisi ini berdampak positif untuk perkembangan Timnas Putri Indonesia.
“Karena kita ingin memastikan bahwa secara liga dan secara klubnya bisa sustainable untuk jangka panjang. Karena kita ingin Indonesia Women’s League ini bisa berjalan selamanya dan terus berkembang, tumbuh dengan baik untuk mendukung Timnas Indonesia Putri,” tutur Teddy.
“Sehingga kita mulai dengan enam klub dulu di area Jabodetabek untuk memastikan bahwa secara operasional juga efisien,” tambahnya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut positif diadakannya kompetisi IWL 2026-2027. Pria berusia 56 tahun itu mengatakan, kehadiran kompetisi ini merupakan bentuk komitmen PSSI terhadap sepak bola putri.
“Kita punya komitmen bahwa sepak bola wanita itu tidak pernah dinomorduakan oleh kepengurusan PSSI saat ini. Saya rasa tidak ada periode-periode yang kita bisa lihat Tim Nasional Putri berjalan seiring dengan Tim Nasional Putra,” ujar Erick.
“Baik dari komitmen pembentukan Tim Nasional Muda yang usia U-17, U-19, U-20 yang kadang-kadang bertukar-tukar sesuai dengan kompetisi yang berjalan, dan bahkan senior. Dan terus berjalan,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)