“Tidak ada aktivitas mencurigakan yang teridentifikasi. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dan dianalisis sepanjang kompetisi, Satuan Tugas tidak mengidentifikasi aktivitas taruhan yang mencurigakan atau indikasi manipulasi pertandingan terkait dengan pertandingan apa pun,” jelas FIFA dalam keterangan resmi mereka, Jumat (24/7/2026).
Guna menjaga integritas turnamen, FIFA membentuk tim khusus yang mengumpulkan data dan laporan pemantauan pasar taruhan secara real-time. Seluruh informasi dianalisis secara kolaboratif bersama para pemangku kepentingan internasional dari berbagai benua.
Pengawasan ketat ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga raksasa, mulai dari konfederasi sepak bola (UEFA, CONMEBOL, AFC, CAF, Concacaf, OFC), federasi tuan rumah, hingga lembaga penegak hukum ternama seperti FBI, INTERPOL, UNODC, dan lembaga integritas olahraga independen.
Senior Integrity Manager FIFA, Liam Rich, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota tim atas kerja sama komprehensif selama turnamen berlangsung. FIFA berkomitmen menjaga skema pengawasan ketat ini untuk ajang-ajang berikutnya, termasuk Piala Dunia Wanita FIFA mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)