UNTUK pertama kalinya dalam sejarah, empat tim dengan peringkat teratas dalam ranking FIFA berhasil menembus babak semifinal Piala Dunia secara bersamaan. Sebagai informasi, skenario tersebut merupakan sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sejak sistem peringkat diperkenalkan!
Keberhasilan Timnas Spanyol sebagai peringkat 1 FIFA, lalu Argentina (Peringkat 2), Prancis (Peringkat 3), dan Inggris (Peringkat 4) melaju ke fase krusial ini tidak lepas dari perubahan regulasi undian yang diterapkan FIFA khusus untuk Piala Dunia 2026.
Melalui format baru tersebut, keempat tim raksasa ini sengaja ditempatkan di kuadran bagan yang terpisah agar mereka tidak saling bunuh sebelum babak semifinal. Namun, skenario ini hanya bisa terwujud dengan satu syarat mutlak, masing-masing tim harus mampu menjuarai grup mereka, sebuah tugas yang berhasil dituntaskan dengan sempurna oleh keempatnya.
Pemisahan dalam proses pengundian ini memastikan Spanyol tidak akan bisa bertemu dengan musuh bebuyutannya, Argentina, sebelum partai puncak. Di sisi lain, Inggris dan Prancis ditempatkan di sisi bagan yang berseberangan pada fase gugur, namun berada dalam jalur untuk menantang Spanyol atau Argentina di semifinal jika sama-sama lolos.
Menurut laporan dari BBC, Minggu (12/7/2026), pihak FIFA secara transparan menjelaskan bahwa langkah memodifikasi regulasi ini diambil demi menjaga keseimbangan kompetitif. Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut sengaja membangun dua jalur terpisah menuju semifinal demi menyajikan tontonan yang adil dan kompetitif.
Kini, buah dari regulasi tersebut melahirkan dua laga super akbar di babak empat besar, yakni duel panas Prancis melawan Spanyol yang akan digelar pada Rabu 15 Juli 2026, disusul pertempuran sengit Inggris menghadapi Argentina pada Kamis 16 Juli 2026. Langkah perlindungan unggulan yang diadopsi FIFA ini sebenarnya bukan hal baru di dunia olahraga, karena skema serupa telah lama diterapkan dalam turnamen tenis Wimbledon serta format baru Liga Champions.
Sistem peringkat resmi FIFA sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994, namun belum digunakan untuk menentukan regulasi turnamen saat itu. Sejak Piala Dunia 1998, selalu ada tim unggulan empat besar yang bertumbangan lebih awal, seperti Belgia (2022), Jerman (2018), Spanyol (2014), Italia (2010), dan Prancis (2002) yang bahkan sudah tersingkir tragis di fase grup.
Sebenarnya, potensi bentrokan dini antara tim-tim besar jarang menjadi masalah ketika Piala Dunia masih menggunakan format lama yang diikuti oleh 32 kontestan. Sejarah mencatat, pertemuan terakhir antara sesama tim empat besar dunia sebelum semifinal terjadi pada edisi 2010 silam saat Belanda menumbangkan Brasil 2-1 di perempatfinal.
Namun, ekspansi drastis Piala Dunia menjadi 48 tim yang melahirkan babak gugur tambahan membuat pertemuan dini antara para juara grup menjadi sangat tak terhindarkan. Hal ini terbukti nyata pada babak 16 besar musim panas ini, di mana laga-laga besar langsung tersaji seperti Amerika Serikat melawan Belgia, Inggris menghadapi Meksiko, serta Swiss bertarung dengan Kolombia.
Kondisi inilah yang mendasari keputusan FIFA untuk melakukan penyesuaian regulasi agar tidak kehilangan tim-tim bertabur bintang di fase awal turnamen akibat hasil undian acak. Formula proteksi peringkat ini sebelumnya sempat diuji coba pada Piala Dunia Antarklub tahun lalu, meski saat itu hanya Real Madrid sebagai salah satu dari empat unggulan utama yang mampu melaju hingga semifinal.
(Rivan Nasri Rachman)