Tak berhenti sampai di situ, legenda hidup sepak bola dunia ini secara terang-terangan melayangkan sindiran tajam terkait integritas kompetisi. "Sayangnya, korupsi dan para wasit tidak membiarkan orang-orang menikmati sepak bola, mereka sedikit merusaknya. Saya pikir piala ini sudah diatur untuk Brasil," tambah Messi kala itu.
Pada masa tersebut, Messi memang tengah menghadapi tekanan mental yang sangat hebat lantaran kerap dicap gagal mempersembahkan trofi bergengsi bagi negaranya di panggung internasional. Sebagai catatan, Brasil pada akhirnya memang keluar sebagai juara usai mengalahkan Peru di partai final.
CONMEBOL sendiri langsung merespons keras pernyataan menohok sang megabintang tanpa menyebut namanya secara langsung. Mereka menegaskan bahwa tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar dan mencederai rasa hormat terhadap ratusan profesional yang terlibat.
"Tuduhan tanpa dasar tersebut tidak sesuai dengan kebenaran dan mempertanyakan integritas Copa America. Tuduhan ini menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap kompetisi, seluruh pemain yang berpartisipasi, dan ratusan profesional di CONMEBOL," bunyi pernyataan resmi organisasi kala itu.
(Rivan Nasri Rachman)