FLORIDA – Kemenangan tipis Tim Nasional (Timnas) Argentina atas Cape Verde dengan skor 3-2 dalam laga sengit babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Amerika Serikat, pada Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB, menyisakan perdebatan panas. Alasan di balik keputusan wasit yang dinilai gagal menerapkan salah satu regulasi baru FIFA dalam pertandingan tersebut akhirnya terungkap ke publik.
Laga ini berjalan sangat dramatis setelah sang megabintang, Lionel Messi, membuka keunggulan lewat gol ke-20 sepanjang kariernya di Piala Dunia. Namun, Cape Verde mengejutkan dunia dengan menyamakan kedudukan lewat Deroy Duarte hingga memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.
Pada babak extra time, Lisandro Martinez sempat membawa Tim Tanggo unggul sebelum disamakan kembali oleh gol indah Sidny Lopes Cabral. Langkah Argentina ke babak berikutnya akhirnya dipastikan setelah pemain Cape Verde, Diney, melakukan gol bunuh diri akibat salah mengantisipasi sundulan Cristian Romero.
Kendati laga berjalan seru, kepemimpinan wasit Drew Fischer langsung menjadi sorotan tajam para penonton. Sang pengadil lapangan dinilai sengaja tidak menegakkan aturan baru FIFA tentang kewajiban pemain yang menerima perawatan medis untuk tetap berada di luar lapangan selama satu menit.
Momen kontroversial itu terjadi saat bek Argentina, Nicolas Tagliafico, mengalami pendarahan di hidung akibat bertabrakan dengan kipernya sendiri, Emiliano Martinez, hingga harus mengganti jersei. Kejadian ini berlangsung tepat saat Cape Verde mendapatkan hadiah sepak pojok yang krusial.
Bukannya melanjutkan laga agar Cape Verde mendapat keuntungan jumlah pemain, wasit justru meminta sepak pojok ditunda sampai Tagliafico selesai dirawat dan kembali masuk lapangan. Klip video kejadian ini pun viral di media sosial X hingga disaksikan 23 juta kali, di mana netizen ramai-ramai menuduh wasit melakukan kecurangan demi menyelamatkan Argentina dari situasi bahaya.
Meskipun panen hujatan, keputusan Drew Fischer menahan pertandingan ternyata sepenuhnya benar secara regulasi. Berdasarkan laporan dari Sportbible, aturan resmi dari IFAB (Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional), terdapat pengecualian khusus untuk kasus pemain yang mengalami luka luar atau pendarahan.
Dalam aturan tersebut dijelaskan pemain yang berdarah harus segera meninggalkan lapangan dan hanya diizinkan kembali bermain setelah wasit memastikan pendarahan benar-benar berhenti dan tidak ada bekas darah di seragamnya. Karena kasusnya adalah pendarahan, maka aturan wajib keluar selama satu menit otomatis tidak berlaku.
Dengan demikian, keputusan wasit untuk menunggu Tagliafico menuntaskan perawatannya sebelum sepak pojok diambil secara teknis sudah sesuai dengan prosedur hukum terbaru di Piala Dunia 2026. Walau begitu, laga ini tetap menyisakan kekecewaan lain bagi kubu Cape Verde, terutama terkait minimnya tambahan waktu yang diberikan wasit di akhir pertandingan.
(Rivan Nasri Rachman)