Penyebab Virgil van Dijk Ogah Ambil Penalti di Laga Timnas Belanda vs Maroko

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Rabu 01 Juli 2026 11:32 WIB
Virgil van Dijk (kiri) bersama Hakimi di Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram/onsoranje)
Share :

KAPTEN Tim Nasional (Timnas) Belanda, Virgil van Dijk, kini tengah menjadi sasaran kritik tajam publik sepak bola negaranya. Hal ini terjadi menyusul tersingkirnya De Oranje –julukan Timnas Belanda– secara tragis dari Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti 2-3 dari Maroko di Stadion Monterrey, Meksiko, Selasa 30 Juni 2026.

Sebelumnya, Belanda tampak meyakinkan untuk mengunci tiket 16 besar berkat gol Cody Gakpo di menit ke-72. Namun, sundulan maut Issa Diop pada masa injury time (90+1') membuyarkan kemenangan tersebut dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan hingga adu penalti.

Dalam momen krusial tersebut, Van Dijk justru tidak masuk dalam daftar eksekutor penalti Belanda. Keputusan ini memicu tanda tanya besar mengingat bintang Liverpool itu biasanya tidak pernah ragu maju sebagai algojo, seperti saat ia mencetak gol penalti dingin di final Piala Liga Inggris 2021-2022 melawan Chelsea.

1. Van Dijk Menolak Ambil Tendangan

Banyak pihak berharap sang kapten mengambil tanggung jawab besar untuk menyelamatkan nasib negaranya, terutama setelah Justin Kluivert dan Quinten Timber gagal menyarangkan bola. Alih-alih Van Dijk, justru penyerang sayap West Ham United, Crysencio Summerville, yang maju sebagai penendang kelima.

Virgil van Dijk

Menurut laporan jurnalis De Telegraaf, Valentijn Driessen, Van Dijk sengaja menyingkir dan membiarkan Summerville mengambil penalti penentu tersebut. Padahal, saat itu kondisi Summerville dikabarkan tengah mengalami kram otot.

Sial bagi Belanda, tendangan Summerville berhasil diredam oleh kiper Maroko, Yassine Bounou. Kegagalan tersebut memastikan langkah anak asuh Ronald Koeman terhenti di babak 32 besar, sebuah hasil yang dianggap bencana besar bagi publik Belanda.

 

2. Diminta Pensiun

Usai laga, Van Dijk sempat membela skema taktis Koeman meskipun Belanda hanya menguasai 30 persen penguasaan bola.

"Menurut saya kami terorganisasi dengan baik secara defensif. Rencana permainan kami berhasil. Sayangnya, di masa injury time, kami tertekan dan akhirnya tersingkir lewat penalti," ujar Van Dijk, dilansir dari De Telegraaf, Rabu (1/7/2026).

Virgil van Dijk (kiri kedua) bersama Hakimi. (Foto: Instagram/onsoranje)

Namun, pembelaan itu tidak mempan bagi media-media Belanda yang merasa sangat kecewa. Driessen bahkan menulis kritik ekstrem dengan menyebut bahwa duet Van Dijk dan Koeman telah mengkhianati semua nilai-nilai yang diperjuangkan oleh sepak bola Belanda.

Driessen juga menilai masa kejayaan Van Dijk di tim nasional sudah habis dan menyarankan pelatih baru Belanda berikutnya untuk tidak perlu lagi terbang ke Merseyside demi membujuknya bertahan hingga Euro 2028. Menurutnya, De Oranje kini butuh penyegaran total tanpa kehadiran sang bek senior.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya