PELATIH Tim Nasional (Timnas) Belanda, Ronald Koeman mengumumkan dirinya mundur dari jabatan sebagai pelatih kepala De Oranje –julukan Timnas Belanda. Keputusan itu ia ambil menyusul tersingkirnya Belanda dari babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Ya, mimpi Belanda di Piala Dunia 2026 harus karam lebih cepat di Meksiko. Langkah De Oranje secara mengejutkan terhenti di babak 32 besar setelah ditumbangkan Maroko lewat drama adu penalti di Estadio Monterrey, Selasa 30 Juni 2026.
Menyusul kegagalan tragis tersebut, Ronald Koeman langsung mengambil keputusan besar dengan meletakkan jabatannya sebagai pelatih kepala untuk kedua kalinya. Padahal, Belanda sempat tampil menjanjikan sepanjang fase grup.
Tergabung di Grup F, Belanda keluar sebagai juara grup, termasuk saat menggilas Swedia dengan skor telak 5-1. Namun, magis lini serang Belanda mendadak buntu saat berhadapan dengan ketangguhan lini belakang Maroko.
“Ronald Koeman telah memberitahu Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) bahwa ia tidak akan memperpanjang kontraknya sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda ketika kontraknya berakhir. Pria berusia 63 tahun itu mengumumkan keputusannya satu hari setelah Belanda tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026,” bunyi pernyataan resmi KNVB, dikutip Rabu (1/7/2026).
Tekanan hebat pasca-kekalahan ini tampaknya menjadi titik balik bagi sang manajer. Melalui pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) di Instagram, Koeman mengumumkan pengunduran dirinya. Ini menjadi akhir dari periode keduanya memimpin tim nasional, setelah sebelumnya sempat menakhodai De Oranje pada Februari 2018 hingga Agustus 2020 sebelum hengkang ke Barcelona.
"Justru karena saya telah bekerja begitu dekat dan intensif dengan staf pelatih dan kelompok pemain ini dalam waktu yang lama, ini bukanlah keputusan yang mudah untuk diambil," ungkap Koeman, mengutip dari Sky Sports, Rabu (1/7/2026).
“Saya bersyukur dan ingin menyampaikan apresiasi tulus saya atas dedikasi yang ditunjukkan semua orang yang terlibat bersama Oranje selama kedua periode saya sebagai pelatih kepala,” tambahnya.
Koeman juga menambahkan faktor keluarga menjadi alasan utama di balik keputusannya untuk menyudahi masa bakti di tim nasional.
"Saya telah memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama istri, anak-anak, dan cucu-cucu saya. Pada saat ini, rasanya seperti keputusan yang paling tepat dan alami," pungkas Koeman.
(Rivan Nasri Rachman)