JAKARTA - Timnas Portugal dikritik lantaran hanya bermain imbang saat melawan Timnas Kongo di pertandingan pembuka Grup K Piala Dunia 2026. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan imbang 1-1 lawan perwakilan dari Afrika tersebut.
Hasil ini membuat Timnas Portugal panen kritik, terutama di media sosial. Bek Timnas Portugal, Diogo Dalot, mengaku dirinya dan rekan-rekan sudah sangat siap menghadapi kritikan bahkan sebelum Piala Dunia berlangsung.
"Sangat sederhana. Di ruang ganti, di stadion kami, kami memiliki kesempatan sebelum tiba di Piala Dunia untuk melakukan percakapan mendetail tentang hal ini (media sosial dan kritik-red)," ujar Dalot, melansir ESPN, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, pemain Timnas Portugal sudah mengantisipasi hal ini. Terlebih terdapat sosok megabintang Cristiano Ronaldo di skuad Portugal.
"Seolah-olah kami sudah mengantisipasi hal ini akan terjadi. Tentu saja, ketika Anda memiliki skuad seperti ini, terutama dengan pemain seperti Cristiano, kami harus lebih siap dari biasanya," ucapnya.
Karena itu, ia mengaku, dirinya dan rekan-rekan tak akan goyah dengan derasnya kritik. Meski kadang ia merasa, kritik yang dilontarkan sering dibesar-besarkan.
"Fakta bahwa kami telah melakukan percakapan pra-Piala Dunia untuk mempersiapkan diri menghadapi momen-momen ini berarti bahwa ketika itu benar-benar terjadi, kami mampu mengirimkan pesan bahwa tim ini tak tergoyahkan -- kami tahu ini akan terjadi. Kami tahu kami akan menghadapi kesulitan dan kritik... Terkadang tidak adil, terkadang tidak benar, dan seringkali dibesar-besarkan."
Portugal akan menghadapi Uzbekistan pada Selasa mendatang. Dalot pun meyakini, Cristiano Ronaldo akan bangkit pada laga tersebut.
"Semua orang sudah tahu betapa baiknya Cristiano menangani kritik. Dia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun bersama tim nasional," kata Dalot.
Ia pun menganggap kritikan terhadap Timnas Portugal hanyalah bagian dari permaianan. Terlebih dalam pentas besar seperti Piala Dunia.
"Saya pikir apa yang dia sampaikan kepada tim, kepercayaan diri itu, kritik-kritik itu hanyalah bagian dari permainan, terutama mengingat level permainan yang mampu kami capai, berada di salah satu kompetisi terbesar, jika bukan yang terbesar, di dunia," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)