Yang membuat kisah ini makin miris adalah epilognya. Hampir 20 tahun setelah momen itu, Zidane dan Materazzi tidak pernah berbicara satu sama lain. Materazzi mengaku tidak menyesal soal itu.
Bagi Materazzi, dalam sepak bola selama 90 menit seorang pemain bisa melakukan segalanya demi memberi timnya kesempatan menang, dan begitu wasit meniup peluit akhir, semuanya selesai.
Meski begitu, ia mengaku sangat menghormati Zidane, baik sebagai pemain maupun pelatih dan menganggapnya seorang legenda sejati.
Zidane sendiri pernah menyatakan bahwa ia tidak bangga atas perbuatannya itu, meski tak pernah menyesal apa yang telah dilakukannya. Sebuah akhir karier yang tragis sekaligus ikonik, usai kejadian itu Zidane resmi keluar dari Timnas Prancis.
(Dian AF)