ADA momen-momen kontroversial di ajang sepak bola, tak terkecuali turnamen sebesar Piala Dunia. Ya, tandukan Zinedine Zidane ke dada Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006 adalah salah satunya.
Insiden menggemparkan itu terjadi di Olympiastadion, Berlin, pada 9 Juli 2006. Italia berhadapan dengan Prancis dalam perebutan trofi Piala Dunia. Kedua tim tampil imbang 1-1 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu. Namun di tengah babak tambahan, sekitar menit ke 108, terjadi sesuatu yang mengubah segalanya.
Zidane, yang semula berlari kembali ke posisinya, tiba-tiba menoleh ke arah Marco Materazzi. Ia menghentikan langkahnya, menghadap bek Italia itu, lalu menghantam dada Materazzi dengan kepala secara keras.
Wasit tak punya pilihan selain mengeluarkan kartu merah. Zidane sang pemain terbaik turnamen itu terpaksa meninggalkan lapangan di pertandingan terakhir kariernya.
Prancis kalah dalam drama adu penalti. Italia menang 5-3 lewat adu penalti dengan skor 1-1 di waktu normal.
Selama bertahun-tahun, publik bertanya-tanya: apa yang sebenarnya diucapkan Materazzi? Berbagai rumor beredar, termasuk tuduhan bahwa ia menghina ibu Zidane.
Materazzi membantah keras tuduhan itu. Ia menegaskan ibunya meninggal saat dirinya masih berusia 15 tahun, dan ia tidak akan pernah menghina ibu siapapun. Yang ia bicarakan adalah saudara perempuan Zidane, bukan ibunya.
Materazzi menjelaskan duduk perkaranya: Zidane menawarkan kostumnya, dan Materazzi menjawab bahwa ia lebih menginginkan saudara perempuan Zidane. Tandukan itulah jawaban Zidane.
Materazzi sendiri mengaku tidak menduga tandukan itu akan datang. Menurutnya, itulah yang justru menyelamatkan dirinya, karena jika ia menduganya lebih cepat, keduanya bisa berakhir di ruang ganti lebih cepat.