TIMNAS Turki sudah mencuri perhatian dunia. Bukan lewat gol atau kemenangan, melainkan lewat sebuah prosesi keberangkatan yang begitu megah hingga viral di media sosial.
Pada Selasa (2/6/2026), rombongan Timnas Turki bertolak dari fasilitas pemusatan latihan Riva Hasan Dogan menuju Bandara Istanbul. Iring-iringan kendaraan yang mengiringi kepergian mereka tampak tak ubahnya parade kemenangan, padahal turnamen bahkan belum dimulai.
Seluruh pemain Turki tampil seragam dalam balutan celana panjang putih dan kaus merah marun, sebagian mengenakan shacket senada yang menambah kesan elegan dan bersatu.
Di barisan terdepan rombongan, dua bus tim nasional dikawal motor dan mobil polisi. Tepat di belakangnya, deretan kendaraan polisi dan suporter Ay-Yildizlilar, julukan Timnas Turki berbaris rapi seperti prosesi kenegaraan.
Sesampainya di Terminal Jetex Istanbul, suasana makin meriah. Dentuman musik mengisi udara, sementara ratusan suporter yang sudah menunggu menyambut Hakan Calhanoglu dan rekan-rekannya dengan teriakan dan yel-yel tanpa henti.
Momen ini terekam dan menyebar luas di media sosial, menuai kekaguman dari penggemar sepak bola berbagai negara.
Turki membawa misi sejarah ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia adalah peringkat ketiga, yang diraih pada edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Setelah 24 tahun, ambisi untuk menyamai bahkan mampu melampaui pencapaian itu kini semangat itu kembali lagi.
Di Piala Dunia 2026, Turki tergabung di Grup D bersama Amerika Serikat selaku tuan rumah, Paraguay, dan Australia. Ini bukan grup yang mudah. Namun dengan kepercayaan diri yang sudah terlihat sejak prosesi keberangkatan, Turki jelas tidak datang untuk sekadar berpartisipasi.