Pria asal Spanyol tersebut enggan berandai-andai apakah hasil akhir akan berubah jika Siebert menghadiahi penalti. Baginya, tugas Arsenal saat ini adalah meningkatkan beberapa aspek dalam permainan.
“Jika, jika, jika, bukan itu yang terjadi dan sudahlah. Kami harus lebih baik, meningkatkan diri, dan menemukan selisih-selisih yang membedakan, untuk mendapat hasil yang kami inginkan,” tutup Arteta.
Ini merupakan kekalahan kedua bagi Arsenal di final Liga Champions. Mereka pun harus puas menjadi runner up, mengulangi hasil yang diraih angkatan Thierry Henry dan kawan-kawan pada 2005-2006.
Sementara, PSG sukses merebut gelar juara back to back. Mereka mengikuti jejak Real Madrid sebagai kesebelasan yang mampu juara beruntun sejak format baru digunakan pada 1992-1993.
(Wikanto Arungbudoyo)