BERIKUT lima fakta Paris Saint-Germain (PSG) juara Liga Champions 2025-2026. Salah satunya adalah keberhasilan mengikuti jejak Real Madrid!
Saksikan tayangan ulang Liga Champions 2025-2026 langsung secara streaming di beIN Sports via Vision+ dengan klik di sini.
PSG sukses mengalahkan Arsenal dalam laga final di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. Duel berakhir 1-1 di waktu normal.
Setelah memainkan babak tambahan, laga masih 1-1. Pemenang akhirnya harus ditentukan via adu penalti. Di sinilah, PSG menang dengan skor 4-3 atas Arsenal. Lantas apa saja lima faktanya?
Ini adalah gelar juara yang kedua di Liga Champions buat PSG. Hebatnya, mereka langsung merebut secara beruntun alias back to back.
PSG menjadi satu-satunya klub yang bisa mengikuti Real Madrid. Tak ada klub yang mampu juara beruntun sejak format Liga Champions diberlakukan pada 1992-1993 kecuali mereka!
Pelatih asal Spanyol ini sukses memenangi trofi Liga Champions ketiganya setelah bersama Barcelona pada 2014-2015. Enrique mengikuti jejak juru taktik legendaris Real Madrid, Jose Villalonga.
Keduanya menjadi pelatih asal Spanyol yang mampu mengantarkan timnya juara back to back! Villalonga melakukannya pada 1955-1956 dan 1956-1957.
Rekor buruk dicatatkan Arsenal usai kalah adu penalti. Mereka sudah dua kali melaju ke final Liga Champions dengan status tak terkalahkan, tapi gagal juara di kedua kesempatan.
Dua dekade lalu, Arsenal tumbang di final dengan skor 1-2 dari Barcelona. Kali ini, The Gunners sebetulnya tidak kalah dalam 90 menit alias imbang 1-1. Tapi, mereka tetap gagal juara.
Keputusan Arsenal untuk bermain bertahan usai unggul lewat gol Kai Havertz di menit keenam, menjadi bumerang. Pasukan Mikel Arteta justru mencatatkan penguasaan bola terburuk di laga final Liga Champions!
Sepanjang pertandingan, Arsenal hanya membukukan penguasaan bola sebanyak 24,7 persen. Saking parahnya, itu juga sekaligu rataan ball possession terburuk selam mereka ditukangi Arteta!
Dua kali ke final tapi selalu gagal juara. Arsenal hampir menyamai catatan tidak mengenakkan milik Atletico Madrid. Los Rojiblancos sudah tiga kali melangkah ke partai puncak tapi tak pernah jadi kampiun yakni pada 1973-1974, 2013-2014, dan 2015-2016.
Arsenal hanya menyamai apa yang dilakukan Valencia pada 1999-2000 dan 2000-2001 serta Stade Reims pada 1955-1956 dan 1958-1959. Tiga klub itu dua kali ke final tapi sama-sama gagal juara!
(Wikanto Arungbudoyo)