PERSIAPAN Timnas Indonesia U-19 menjelang turnamen Piala AFF U-19 2026 semakin intensif. Kehadiran para pemain yang berkarier di luar negeri menjadi salah satu sorotan utama dalam pemusatan latihan (TC) yang saat ini tengah berlangsung di Yogyakarta.
Dari total 26 nama yang dipanggil oleh pelatih Nova Arianto, kerangka tim kini semakin komplet dengan bergabungnya deretan talenta diaspora, termasuk gelandang muda Amar Brkic.
Hingga saat ini, sebanyak 25 pemain sudah melahap menu latihan di Yogyakarta sejak dimulai pada 10 Mei lalu. Satu-satunya pemain yang masih absen adalah bek muda Melbourne City, Matthew Baker.
Pemain bertahan tersebut dikonfirmasi baru akan menyusul skuad Garuda Nusantara saat tim berpindah lokasi pemusatan latihan ke Medan pada 28 Mei mendatang. Nantinya keberadaan Matthew Baker melengkapi daftar tujuh pemain diaspora yang dipanggil untuk memperkuat Merah Putih di ajang Piala AFF U-19 2026.
Selain Baker dan Amar Brkic yang merumput bersama Darmstadt di Jerman, lini pertahanan dan penyerangan Timnas Indonesia U-19 juga diperkuat oleh Timothy Baker (Western United), Welber Jardim (Sao Paulo), Igor Sanders (FC Eindhoven), serta duo Sydney FC, Zinadein Ardiansyah dan Elizar Tanjung.
Kehadiran para pemain luar negeri ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas permainan tim, mengingat Nova Arianto nantinya harus mencoret tiga nama untuk mendaftarkan komposisi resmi final menjelang turnamen.
Turnamen kelompok umur Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada 1-13 Juni 2026 dengan menunjuk Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara, sebagai lokasi pertandingan. Berdasarkan hasil pengundian, Timnas Indonesia U-19 selaku tuan rumah berada di Grup A dan akan bersaing ketat dengan Vietnam, Myanmar, serta Timor Leste.
Menanggapi peta persaingan tersebut, Nova Arianto mengakui bahwa tantangan di fase grup ini akan sangat kompetitif. Keberadaan tim kuat seperti Vietnam dinilai menjadi ujian tersendiri bagi anak asuhnya.
Menyandang status sebagai juara bertahan setelah sukses merengkuh trofi pada edisi 2024 tentu menghadirkan tekanan tersendiri bagi skuad Garuda Nusantara. Namun, Nova meminta anak asuhnya untuk mengubah tekanan tersebut menjadi motivasi ekstra di lapangan. Terlebih lagi, ajang ini merupakan jembatan penting dan bagian dari proses panjang persiapan tim sebelum terjun ke panggung yang lebih besar, yaitu Kualifikasi Piala Asia U-19.
(Rivan Nasri Rachman)