TIMNAS Norwegia adalah salah satu kuda hitam paling berbahaya yang patut diwaspadai di Piala Dunia 2026. Setelah 28 tahun absen dari panggung terbesar sepak bola dunia, mereka kembali bukan sekadar sebagai peserta pelengkap.
Erling Braut Haaland, striker berusia 25 tahun yang mencetak 16 gol dalam delapan pertandingan kualifikasi, rata-rata dua gol per laga, lalu membawa negaranya lolos dengan sempurna tanpa satu pun kekalahan.
Norwegia bukan nama baru di Piala Dunia. Keikutsertaan pertama mereka terjadi jauh di tahun 1938, ketika mereka langsung berhadapan dengan Italia sang juara bertahan dan hanya kalah tipis 1-2.
Partisipasi kedua baru terjadi 56 tahun kemudian, di Amerika Serikat 1994, meski mereka terhenti di fase grup.
Puncak perjalanan mereka tiba pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Di sinilah Norwegia menciptakan salah satu momen terbesar dalam sejarah turnamen itu: mengalahkan Brasil 2-1 di fase grup, sebuah hasil yang mengguncang dunia sepak bola.
Setelah 1998, Norwegia menghilang dari peta Piala Dunia. Kualifikasi demi kualifikasi berlalu tanpa hasil. Hingga akhirnya generasi emas ini hadir dan mengubah segalanya.
Sosok di balik kebangkitan luar biasa Norwegia adalah Ståle Solbakken, pelatih berusia 57 tahun yang menjabat sejak Desember 2020.
Karier kepelatihannya dimulai di Hamarkameratene (2002), sebelum ia menorehkan dua periode sukses bersama FC Copenhagen, serta pengalaman di Köln dan Wolverhampton Wanderers.
Kini ia menukangi negaranya sendiri, membawa perspektif yang paling otentik: seseorang yang tahu persis rasa panggung Piala Dunia.