KURNIAWAN Dwi Yulianto dipecat setelah Timnas Indonesia U-17 gagal lolos perempatfinal Piala Asia U-17 2026? Pelatih 49 tahun gagal mencapai target yang dibebankan PSSI, yakni meloloskan Timnas Indonesia U-17 ke perempatfinal Piala Asia U-17 2026.
Alih-alih lolos ke perempatfinal Piala Asia U-17 2026 sekaligus ambil bagian di Piala Dunia U-17 2026, Timnas Indonesia U-17 finis sebagai juru kunci Grup B! Dari tiga pertandingan Grup B, skuad Garuda Asia -julukan Timnas Indonesia U-17- hanya mengoleksi tiga angka dan selisih gol -3.
Saat ini ada David Nascimento, pelatih asal Portugal yang bertugas sebagai pelatih akademi PSSI. Selain itu, ia juga menjabat sebagai pelatih Garuda United 2010, atau Timnas Indonesia U-17 generasi selanjutnya.
Status David Nascimento di atas berpotensi membuat Kurniawan Dwi Yulianto tergeser dari kursi pelatih Timnas Indonesia U-17. David Nascimento sejak 2004 menjalani profesi sebagai pelatih.
Ia sempat menangani Sparta Rotterdam, Jong Utrecht, Sparta Nijkerk, Timnas Malta U-19, FC Eindhoven, dan FC Den Bosch. David Nascimento juga sempat menjadi pelatih kepala akademi Sundowns.
Kelar Timnas Indonesia U-17 kalah 1-3 dari Jepang U-17, Kurniawan Dwi Yulianto meminta maaf. Ia meminta para pemain untuk terus berkembang, mengingat karier sepakbola mereka masih panjang.
“Atas nama pribadi dan juga sebagai pelatih dan penanggung jawab di tim ini, saya mohon maaf atas kegagalan ini. Tapi, saya tetap terima kasih kepada semua staf yang ada di belakang tim,” kata Kurniawan Dwi Yulianto dalam keterangan yang diterima Okezone, Rabu (13/5/2026).
“Terima kasih kepada kerja keras para pemain. Karier mereka masih panjang dan bisa terus berkembang. Sebagai pelatih kepala, saya bertanggung jawab penuh atas kegagalan ini,” lanjut Kurniawan.
“Saya berpesan kepada pemain ini bukan akhir dari segalanya. Terus berlatih dan menjadi pemain profesional sejati. Berharap mereka bisa bermain di tim nasional berikutnya hingga senior,” tutup pelatih 49 tahun.
(Ramdani Bur)