Steve McManaman yang juga berada di panel tersebut mengecam aksi Simeone dengan sebutan menjijikkan, meski pada akhirnya seluruh panel sepakat bahwa pelatih asal Argentina itu adalah maestro ilmu hitam dalam sepak bola. Perilaku ekspresifnya di pinggir lapangan dianggap sebagai bagian dari performa yang bertujuan merusak fokus lawan maupun wasit.
Meski gagal mengunci kemenangan akibat keputusan yang diperdebatkan tersebut, Mikel Arteta dan anak asuhnya tetap membawa modal positif. Hasil 1-1 di laga tandang membuat Arsenal memiliki peluang besar untuk melangkah ke final pertama mereka sejak 2006 yang akan digelar di Puskes Arena, Budapest.
Dengan dominasi penguasaan bola yang ditunjukkan di Madrid, Arsenal kini menatap leg kedua di Emirates Stadium dengan kepercayaan diri tinggi untuk mengincar trofi Liga Champions perdana mereka. Leg kedua pun akan dimainkan pada Rabu 6 Mei 2026 mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)