Indonesia Diremehkan Slovenia: Mereka Belum Banyak Hasilkan Pesepakbola Berkualitas!

Ramdani Bur, Jurnalis
Senin 13 April 2026 12:29 WIB
Slovenia meremehkan pembinaan sepakbola usia muda di Tanah Air. (Foto: PSSI)
Share :

PENGAMAT sepakbola asal Slovenia, Jernel Kamensek, mengkritik pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia dan Thailand. Pria asal Eropa Timur ini mengatakan Indonesia dan Thailand belum banyak menghasilkan pesepakbola berkualitas.

“Sejujurnya, saya tidak terlalu mengenal sistem pembinaan usia muda di Thailand maupun Indonesia. Namun, Indonesia dan Thailand belum banyak menghasilkan pemain yang benar-benar bertalenta luar biasa,” kata Jernel Kamensek, Okezone mengutip dari Vietnam Express, Senin (13/4/2026).

1. Contoh Slovenia

Jan Oblak, salah satu pesepakbola terbaik yang dimiliki Slovenia.

Jernel Kamensek tidak asal bicara. Ia memberi contoh pembinaan sepakbolaan usia dini di Slovenia. Ia mengatakan, Benjamin Sesko dan Jan Oblak namanya sudah besar sejak belasan tahun.

Sampai akhirnya, Jan Oblak dan Benjamin Sesko bergabung dengan tim top Eropa di usia muda. Jan Oblak gabung Benfica di usia yang sangat muda, yakni 17 tahun pada 2010.

Sementara Benjamin Sesko, gabung klub raksasa Liga Australia, RB Salzburg, di usia 16 tahun pada 2019. Sekarang Jan Oblak dan Benjamin Sesko masih membela tim-tim top Eropa. Jan Oblak memperkuat Atletico Madrid, sedangkan Benjamin Sesko membela Manchester United.

“Saya dapat memberikan contoh sistem di Slovenia yang notabene negara asal saya. Saya mengikuti perkembangan Jan Oblak sejak ia berusia 15 tahun, dan Benjamin Sesko sejak berusia 13 tahun. Mereka merupakan pesepakbola kelas dunia yang sudah dikenal luas sejak remaja.” kata Jernel Kamensek.

 

Indonesia mengekspor beberapa pemain ke luar negeri, tapi gagal menampilkan performa terbaik. Beberapa di antaranya Marselino Ferdinan, Egy Maulana Vikri hingga Witan Sulaeman.

Marselino Ferdinan masih berjuang di Eropa. (Foto: Instagram/@astrencin)

2. Saran dari Jernel Kamensek

Jernel Kamensek pun memberi saran kepada negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand dan Vietnam. Ia meminta negara-negara di atas membangun sistem yang lebih kuat dan dan lebih baik untuk melakukan kerjasama sepakbola.

“Perlu dana untuk mendukung para pemain paling menjanjikan agar bisa mengikuti sistem pelatihan terbaik di dunia. Bahkan jika mereka tidak menjadi pemain kelas dunia, hal itu tetap akan membantu membangun fondasi sepakbola di sebuah negara,” tegas Jernel Kamensek.

“Para pemain ini membutuhkan dukungan finansial agar mereka tidak merasa takut ketika pergi ke luar negeri untuk bermain dan menguji kemampuan mereka. Dalam hal ini, Arab Saudi memiliki sistem yang cukup menarik,” tutup Jernel Kamensek.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya