PENGAMAT sepakbola asal Slovenia, Jernel Kamensek, mengkritik pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia dan Thailand. Pria asal Eropa Timur ini mengatakan Indonesia dan Thailand belum banyak menghasilkan pesepakbola berkualitas.
“Sejujurnya, saya tidak terlalu mengenal sistem pembinaan usia muda di Thailand maupun Indonesia. Namun, Indonesia dan Thailand belum banyak menghasilkan pemain yang benar-benar bertalenta luar biasa,” kata Jernel Kamensek, Okezone mengutip dari Vietnam Express, Senin (13/4/2026).
Jernel Kamensek tidak asal bicara. Ia memberi contoh pembinaan sepakbolaan usia dini di Slovenia. Ia mengatakan, Benjamin Sesko dan Jan Oblak namanya sudah besar sejak belasan tahun.
Sampai akhirnya, Jan Oblak dan Benjamin Sesko bergabung dengan tim top Eropa di usia muda. Jan Oblak gabung Benfica di usia yang sangat muda, yakni 17 tahun pada 2010.
Sementara Benjamin Sesko, gabung klub raksasa Liga Australia, RB Salzburg, di usia 16 tahun pada 2019. Sekarang Jan Oblak dan Benjamin Sesko masih membela tim-tim top Eropa. Jan Oblak memperkuat Atletico Madrid, sedangkan Benjamin Sesko membela Manchester United.
“Saya dapat memberikan contoh sistem di Slovenia yang notabene negara asal saya. Saya mengikuti perkembangan Jan Oblak sejak ia berusia 15 tahun, dan Benjamin Sesko sejak berusia 13 tahun. Mereka merupakan pesepakbola kelas dunia yang sudah dikenal luas sejak remaja.” kata Jernel Kamensek.