SARAJEVO – Keberhasilan Timnas Bosnia dan Herzegovina menyingkirkan Italia dalam drama adu penalti menuju Piala Dunia 2026 menyisakan cerita unik. Sosok yang kini dielu-elukan sebagai pahlawan bukanlah pemain dari skuad utama Bosnia, melainkan seorang anak gawang berusia 14 tahun bernama Afan Cizmic.
Remaja yang juga penyerang berbakat di tim muda NK Celik ini mendadak viral setelah aksi cerdiknya terekam kamera pada laga final playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Rabu 1 April 2026 lalu. Afan berhasil mencuri kertas contekan milik kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, yang berisi analisis arah tendangan penalti para pemain Bosnia.
Aksi ini disebut-sebut sebagai faktor kunci yang membuat mental sang kapten Italia runtuh di saat krusial. Identitas Afan terungkap setelah stasiun televisi lokal, Face TV, berhasil melacak dan mewawancarainya.
Dalam tayangan tersebut, Afan menunjukkan potongan kertas bersejarah yang ia ambil dari dekat handuk Donnarumma saat suasana sedang memanas akibat perselisihan antara Donnarumma dengan kiper Bosnia, Nikola Vasilj.
Kejadian bermula ketika Donnarumma dan Vasilj terlibat adu mulut di area gawang. Di tengah kekacauan itu, Donnarumma bahkan sempat merobek catatan milik Vasilj karena mengira kiper Bosnia itulah yang mencuri catatannya.
Namun, ternyata Afan yang mencurinya. Ia yang berada di tepi lapangan melihat peluang emas saat Donnarumma meletakkan kertasnya agak jauh dari gawang.
"Saya melihat secarik kertas itu dan langsung tahu apa isinya. Saya mengambilnya dan menyembunyikannya di dalam jaket," ungkap Afan, mengutip dari The Sun, Selasa (7/4/2026).
Tanpa panduan tersebut, Donnarumma tampak kehilangan arah dan kepercayaan diri. Kiper Manchester City itu tercatat melompat ke arah kiri dalam lima kesempatan penalti, yang menurut Afan hanyalah tebakan asal karena rasa frustrasi.
Afan menceritakan bagaimana ia melihat Donnarumma mengamuk saat menyadari kertas analisisnya hilang.
"Dia sangat kecewa dan marah besar. Dia mengambil handuknya dan sadar kertas itu sudah tidak ada. Dia mencarinya ke mana-mana, tapi sia-sia," tambah remaja yang musim ini sudah mengemas 18 gol di kompetisi muda tersebut.
Alih-alih menyimpan kertas tersebut sebagai koleksi pribadi, Afan dan ayahnya memutuskan untuk melelang artefak sejarah sepak bola Bosnia itu. Seluruh hasil lelang rencananya akan disumbangkan untuk kegiatan amal.
Perbuatan Afan itu lantas membuat netizen Bosnia mendesak pelatih tim nasional mereka untuk membawa sang bocah gawang itu ke putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Banyak fans yang menganggap Afan sebagai jimat keberuntungan dan sosok orang ke-12 yang membantu Bosnia mengamankan tiket ke turnamen paling bergengsi tersebut.
Netizen Bosnia berharap Afan bisa hadir di sana sebagai tamu spesial atau maskot tim menghadapi Kanada, Qatar, dan Swiss di Grup B Piala Dunia 2026. Sementara itu, kegagalan Italia menahan penalti pemain Bosnia memastikan mereka absen di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
(Rivan Nasri Rachman)