Afan menceritakan bagaimana ia melihat Donnarumma mengamuk saat menyadari kertas analisisnya hilang.
"Dia sangat kecewa dan marah besar. Dia mengambil handuknya dan sadar kertas itu sudah tidak ada. Dia mencarinya ke mana-mana, tapi sia-sia," tambah remaja yang musim ini sudah mengemas 18 gol di kompetisi muda tersebut.
Alih-alih menyimpan kertas tersebut sebagai koleksi pribadi, Afan dan ayahnya memutuskan untuk melelang artefak sejarah sepak bola Bosnia itu. Seluruh hasil lelang rencananya akan disumbangkan untuk kegiatan amal.
Perbuatan Afan itu lantas membuat netizen Bosnia mendesak pelatih tim nasional mereka untuk membawa sang bocah gawang itu ke putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Banyak fans yang menganggap Afan sebagai jimat keberuntungan dan sosok orang ke-12 yang membantu Bosnia mengamankan tiket ke turnamen paling bergengsi tersebut.
Netizen Bosnia berharap Afan bisa hadir di sana sebagai tamu spesial atau maskot tim menghadapi Kanada, Qatar, dan Swiss di Grup B Piala Dunia 2026. Sementara itu, kegagalan Italia menahan penalti pemain Bosnia memastikan mereka absen di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
(Rivan Nasri Rachman)