JAKARTA – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, enggan membebani anak asuhnya dengan target tinggi untuk mempertahankan titel juara Piala AFF Futsal 2026. Ia bersikap realistis mengingat persiapan sangat mepet.
Timnas Futsal Indonesia terus mematangkan persiapannya dalam menatap Piala AFF Futsal 2026 di Thailand pada 5-12 April. Berstatus sebagai juara bertahan, Skuad Garuda tergabung dalam Grup B bersama Timnas Futsal Malaysia, Timnas Futsal Australia, dan Timnas Futsal Brunei Darussalam.
Muhammad Albagir dan kawan-kawan datang ke ajang tersebut dengan modal positif. Selain juara bertahan, Timnas Futsal Indonesia berstatus sebagai finalis Piala Asia Futsal 2026. Apakah Souto optimistis bisa mempertahankan mahkota juara Piala AFF Futsal 2026?
Menjawab hal itu, Souto menyinggung soal persiapan singkat Timnas Futsal Indonesia menatap Piala AFF Futsal 2026. Menurutnya, persiapan skuadnya saat ini sangat berbeda dengan edisi sebelumnya lewat pemusatan latihan (TC) jangka panjang.
“Selama dua bulan itu kami berlatih di Malang, Yogyakarta, dan Jakarta. Kami juga hampir 10 hari berada di Thailand untuk bermain melawan klub-klub di sana,” imbuh pria asal Spanyol itu.
“Sekarang, kami baru berlatih selama tiga hari dan masih akan menjalani dua hari lagi. Jadi, Anda bisa membayangkan perbedaan persiapannya,” sambung Souto.
Meski demikian, bukan berarti Souto memilih untuk mengangkat bendera putih. Ia tetap optimistis dengan kedalaman skuadnya saat ini yang dihuni oleh pemain muda dan senior.
“Meski begitu, ketika saya berbicara dengan pelatih lain, mereka mengatakan Indonesia selalu punya skill dan pemain-pemain bagus. Kami akan mencoba yang terbaik,” kata Souto.
“Saya pikir kami tidak seharusnya memberi tekanan kepada para pemain untuk mengejar hasil, karena dengan waktu persiapan yang singkat, sangat sulit untuk beradaptasi dengan semuanya. Namun, tim saya selalu harus tampil kompetitif, dan saya berharap kami bisa kompetitif di turnamen ini,” urainya.
Souto tak ingin tekanan juara membebani anak asuhnya. Yang terpenting mereka bisa memberikan performa terbaiknya agar tampil kompetitif di ajang tersebut.
“Soal hasil, Anda tidak pernah tahu. Terkadang Anda bermain sangat baik tapi kalah, dan kadang Anda tidak bermain terlalu baik tapi justru bisa menang. Jadi, saya tidak menekan mereka soal hasil. Saya hanya meminta mereka bermain dengan gaya kami, memberikan yang terbaik, dan itu sudah cukup,” pungkas Souto.
(Wikanto Arungbudoyo)