KONFEDERASI Sepakbola Asia (AFC) resmi menunda drawing Piala Asia 2027. Drawing ditunda untuk memastikan seluruh perwakilan peserta Piala Asia 2027 dapat hadir saat pengundian.
Dalam jadwal awal yang ditentukan AFC, drawing Piala Asia 2027 dilangsungkan di Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu 11 April 2026. Namun, karena situasi politik yang memanas di Timur Tengah efek perang Amerika Serikat-Israel vs Iran, drawing harus ditunda.
Meski Arab Saudi tidak terlibat dalam perang di atas, namun beberapa wilayah mereka terserang drone Iran. Demi keamanan semua, AFC memutuskan menunda drawing Piala Asia 2027.
Untuk menentukan pot drawing Piala Asia 2027, AFC menjadikan ranking FIFA April 2026 sebagai acuan. Jika mengacu kepada ranking FIFA April 2026, kecil peluang Timnas Indonesia naik ke pot 3 drawing Piala Asia 2027, alias harus rela menempati pot paling buncit (pot 4).
Ada dua syarat agar Timnas Indonesia naik ke pot 3 drawing Piala Asia 2026. Pertama, Timnas Indonesia juara FIFA Series 2026 dengan mengalahkan Saint Kitts and Nevis dan Bulgaria.
Syarat kedua berharap Thailand, Tajikistan dan Lebanon gagal lolos Piala Asia 2027. Namun, dengan penundaan drawing Piala Asia 2027, Timnas Indonesia berpeluang memperbaiki peringkat FIFA dan pot drawing Piala Asia 2027.
Jika AFC memutuskan menggunakan ranking FIFA di atas bulan Juni 2026, bukan tak mungkin Timnas Indonesia berpeluang menempati posisi lebih baik ketimbang saat ini. Alhasil, Timnas Indonesia berpeluang menempati posisi drawing lebih baik, semisal menduduki pot 3.
Pot 1: Arab Saudi (tuan rumah, 61 dunia), Jepang (19), Iran (20), Korea Selatan (22), Australia (27), Uzbekistan (52).
Pot 2: Qatar (56), Irak (58), Yordania (64), Uni Emirat Arab (68), Oman (78), Suriah (84)
Pot 3: Bahrain (90), China (93), Palestina (95), Vietnam (103), Kirgistan (104), Korea Utara (119)
Pot 4: Indonesia (121), Kuwait (134), Singapura (148).
(Ramdani Bur)