SEBUAH perbandingan menarik baru saja dilontarkan oleh FIFA melalui akun X resminya menjelang perhelatan FIFA Series 2026 di Jakarta. Federasi Sepakbola Dunia tersebut menyoroti kemegahan markas Timnas Indonesia, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dengan menyebutnya sebagai stadion yang cukup besar untuk menampung seluruh penduduk sebuah negara.
Negara yang dimaksud adalah Saint Kitts and Nevis, lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia pada akhir Maret ini. Jika seluruh warga dari negara kepulauan di Karibia tersebut terbang ke Jakarta, kapasitas SUGBK yang mencapai 78.000 kursi bahkan masih menyisakan banyak tempat kosong.
Pasalnya, total populasi Saint Kitts and Nevis hanya sekira 46.000 jiwa, hampir separuh dari daya tampung maksimal stadion kebanggaan masyarakat Indonesia tersebut.
“Sebuah stadion yang cukup besar untuk menampung seluruh negara. Seluruh penduduk St Kitts dan Nevis akan muat di Stadion Gelora Bung Karno yang mengesankan di Jakarta, di mana mereka akan menghadapi tuan rumah Indonesia di Seri FIFA mendatang!” bunyi keterangan FIFA di X, Kamis (19/3/2026).
Kemegahan stadion ini tentu harus dibarengi dengan kualitas lapangan yang mumpuni. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah melakukan inspeksi langsung pada Rabu 18 Maret 2026 untuk memastikan kondisi rumput dan infrastruktur pendukung lainnya sudah berada dalam standar tertinggi FIFA.
Erick menegaskan bahwa Timnas Indonesia harus membuktikan diri sebagai tuan rumah yang profesional dalam ajang lintas konfederasi ini. FIFA Series 2026 juga menjadi momen bersejarah karena akan menjadi panggung debut bagi pelatih baru Skuad Garuda, John Herdman.
Pelatih asal Inggris ini akan langsung diuji taktiknya saat Timnas Indonesia bersua Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret mendatang. Menghadapi lawan yang memiliki gaya main khas Inggris dengan fisik kuat dan serangan balik cepat, kecerdikan Herdman dalam meramu strategi akan menjadi sorotan utama publik sepak bola Tanah Air.