Meski begitu, pada Selasa, 11 Maret 2026 malam WIB, Menteri Pemuda dan Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menegaskan Team Melli tidak akan main di Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan televisi Iran pada Rabu 11 Maret 2026.
“Mengingat rezim korup ini (AS) telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujar Donyamali, dilansir dari Al Jazeera, Rabu (13/3/2026).
“Anak-anak kami tidak aman dan pada dasarnya kondisi untuk berpartisipasi seperti itu tidak ada. Mengingat Tindakan jahat tang telah mereka lakukan terhadap Iran. Mereka memicu 2 perang terhadap kami selama 8 atau 9 bulan dan membunuh serta memartir ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tidak dapat memiliki kehadiran seperti itu,” lanjutnya.
Setelah mundur dari Piala Dunia 2026, Timnas Iran di ambang hukuman dari FIFA. Hukuman yang berpotensi diberikan kepada Iran beragam.
Mengutip dari Diario AS, berdasarkan Pasal 6, FIFA akan menjatuhkan denda USD300.000 atau sekira Rp5 miliar kepada tim nasional yang mundur dari sebuah turnamen garapan FIFA lebih dari 30 hari sebelum turnamen dimulai.
Selain itu, Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) juga harus mengembalikan dana yang telah diberikan FIFA kepada mereka. Untuk besarannya, belum diketahui berapa dana yang harus dikembalikan FFIRI kepada FIFA.
Tak sampai di situ, hukuman yang akan diterima Timnas Iran. Team Melli berpotensi tak diizinkan tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia atau ajang serupa, efek mundur dari Piala Dunia 2026.
(Djanti Virantika)