Bagian yang paling menarik perhatian Fayad adalah kasta keempat, yakni Liga 4. Ia tidak menyebutnya sebagai liga biasa, melainkan sebuah mesin penyaring yang masif.
Dengan ribuan tim yang diperbolehkan bergabung tanpa batasan, Liga 4 memulai perjalanannya dari 514 liga kota, kemudian mengerucut ke 38 liga provinsi, hingga menyisakan 64 tim terbaik di fase nasional.
Proses penyaringan ini sangat ketat, melewati berbagai babak grup hingga mencapai fase final nasional untuk menentukan siapa yang layak naik kasta. Fayad menilai sistem ini merupakan refleksi dari geografis Indonesia yang luas.
"Dengan 17.000 pulau dan ratusan liga lokal, Indonesia memiliki satu tangga sukses yang luar biasa. Jika sepak bola adalah cerminan geografi, maka Indonesia memiliki sistem paling ambisius di bumi," pungkasnya.
Lewat sistem inilah, talenta-talenta terbaik diyakini akan terus lahir untuk membawa Garuda terbang ke panggung dunia pada 2034 mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)