Pengamat Sepak Bola Arab Saudi Prediksi Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2034

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Senin 02 Maret 2026 09:55 WIB
Timnas Indonesia diprediksi bakal lolos ke Piala Dunia 2034. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
Share :

RIYADH – Optimisme terhadap masa depan sepak bola Indonesia datang dari mancanegara. Fayad, seorang pengamat sepak bola asal Arab Saudi, secara berani memprediksi Timnas Indonesia akan menjadi salah satu kontestan di Piala Dunia 2034.

Keyakinan Fayad bukan tanpa alasan, ia menyoroti struktur kompetisi domestik Indonesia yang dianggapnya sebagai salah satu sistem paling ambisius dan menarik di dunia saat ini.

1. Piramida Kompetisi yang Ketat dan Kompetitif

Menurut Fayad, fondasi kuat sepak bola Indonesia bermula dari sistem liga yang teratur dan kompetitif. Di puncak piramida, terdapat Super League yang diikuti oleh 18 tim dengan format kandang-tandang untuk memperebutkan gelar juara, sementara tiga tim terbawah harus terdegradasi.

Di bawahnya, kompetisi kasta kedua atau Championship hadir dengan format unik, yakni dua grup yang masing-masing berisi 10 tim. Sistem promosi dan degradasi di level ini sangat dinamis, di mana juara grup otomatis naik kasta, sementara posisi kedua harus melalui babak play-off promosi.

Timnas Indonesia vs Timnas Arab Saudi (Foto: X/@TimnasIndonesia)

Ketajaman kompetisi berlanjut ke kasta ketiga, Liga Nusantara, yang membagi 24 tim ke dalam empat grup geografis.

"Hanya tim terbaik dan finalis yang bisa merangkak naik ke level profesional, membuat setiap pertandingan di kasta ini terasa seperti hidup dan mati," ujar Fayad dalam analisisnya, dikutip dari akun instagram @fayadzinho, Senin (2/3/2026).

 

2. Liga 4: Mesin Penyaring dari 17 Ribu Pulau

Bagian yang paling menarik perhatian Fayad adalah kasta keempat, yakni Liga 4. Ia tidak menyebutnya sebagai liga biasa, melainkan sebuah mesin penyaring yang masif.

Dengan ribuan tim yang diperbolehkan bergabung tanpa batasan, Liga 4 memulai perjalanannya dari 514 liga kota, kemudian mengerucut ke 38 liga provinsi, hingga menyisakan 64 tim terbaik di fase nasional.

Timnas Indonesia vs Timnas Bahrain (Foto: Instagram/@timnasindonesia)

Proses penyaringan ini sangat ketat, melewati berbagai babak grup hingga mencapai fase final nasional untuk menentukan siapa yang layak naik kasta. Fayad menilai sistem ini merupakan refleksi dari geografis Indonesia yang luas.

"Dengan 17.000 pulau dan ratusan liga lokal, Indonesia memiliki satu tangga sukses yang luar biasa. Jika sepak bola adalah cerminan geografi, maka Indonesia memiliki sistem paling ambisius di bumi," pungkasnya.

Lewat sistem inilah, talenta-talenta terbaik diyakini akan terus lahir untuk membawa Garuda terbang ke panggung dunia pada 2034 mendatang.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya