PSSI Buka Suara Terkait Sanksi AFC, Sumardji Pastikan Federasi Taat Aturan

Andika Rachmansyah, Jurnalis
Kamis 26 Februari 2026 10:28 WIB
Ketua BTN PSSI, Sumardji. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, akhirnya menanggapi kabar dijatuhkannya sanksi oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terhadap PSSI terkait laga internasional Timnas Indonesia U-23 tahun lalu. Meskipun hukuman ini muncul di tengah persiapan Timnas Indonesia menghadapi FIFA Series 2026, PSSI menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan menyelesaikan kewajiban administratif tersebut.

PSSI dijatuhi hukuman denda sebesar USD 1.500 atau sekira Rp25 juta. Hukuman tersebut telah dirilis secara resmi oleh Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu, 25 Februari 2026. AFC menjatuhkan sanksi kepada federasi sepak bola Indonesia karena melanggar pasal 11.15 yang mengatur tentang pertandingan internasional.

Pasalnya, PSSI terlambat mendaftarkan pertandingan uji coba Timnas Indonesia U-23 versus Mali pada November 2025. Bagi AFC, keterlambatan tersebut dianggap cukup serius sehingga memberikan pelanggaran administrasi kepada PSSI.

1. Koordinasi Internal PSSI Terkait Denda Administrasi

Terkait sanksi tersebut, Sumardji menjelaskan akan mencari informasi lebih lanjut. Pasalnya, dia belum menerima laporan apa pun dari Departemen Internasional PSSI terkait sanksi yang diberikan AFC.

“Belum dapat laporan dari Departemen Internasional (PSSI). Nanti saya akan cek, karena saya juga belum dapat info mengenai sanksi tersebut,” kata Sumardji kepada Okezone, Kamis (26/2/2026).

Susunan pemain Timnas Indonesia U-22 vs Timnas Mali U-22 (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)

Lebih lanjut, Sumardji menegaskan PSSI akan patuh pada sanksi tersebut. Federasi siap membayar denda Rp25 juta yang dijatuhkan oleh AFC.

“Kalau memang ada sanksi, pasti akan kami bayar,” tegas Sumardji.

 

2. Kesiapan Skuad Garuda di FIFA Series 2026

Menariknya, sanksi tersebut dijatuhkan menjelang Timnas Indonesia beraksi di FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada bulan Maret mendatang. Meski begitu, tampaknya sanksi tersebut tidak akan berpengaruh besar pada persiapan Skuad Garuda.

John Herdman. (Foto: Laman resmi Bali United)

Sebagaimana diketahui, FIFA Series 2026 di Indonesia diikuti oleh empat negara dari konfederasi yang berbeda. Keempat negara itu adalah Bulgaria, Kepulauan Solomon, St. Kitts and Nevis, dan tentunya Timnas Indonesia. Turnamen mini tersebut merupakan agenda resmi FIFA.

Di ajang tersebut, Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis di SUGBK pada 27 Maret 2026. Jika menang, Skuad Garuda akan lolos ke partai puncak dan akan menghadapi pemenang laga antara Kepulauan Solomon versus Bulgaria.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya