AMSTERDAM - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, merasakan emosi yang campur aduk saat melakoni laga perdananya bersama raksasa Belanda, Ajax Amsterdam. Di balik kebanggaan mengenakan seragam kebesaran klub barunya, Paes tidak dapat menutupi rasa kecewanya lantaran debut tersebut ternoda oleh hasil akhir yang jauh dari harapan.
Ajax Amsterdam ditahan NEC Nijmegen 1-1 di pekan ke-24 Liga Belanda 2025-2026. Pertandingan itu digelar di Johan Cruyff ArenA, Amsterdam, Belanda pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.
Hasil ini terasa hambar bagi publik tuan rumah yang berharap momentum kebangkitan di hadapan pendukung sendiri.
Dalam laga tersebut, De Godenzonen —julukan Ajax Amsterdam— sempat unggul via gol Mika Godts (39'). Namun, NEC Nijmegen berhasil membalas lewat tendangan mendatar Darko Nejasmic (57').
Gol penyeimbang tersebut meruntuhkan keunggulan Ajax dan memaksa laga berakhir dengan pembagian poin yang adil bagi kedua tim. Hasil imbang ini merugikan Ajax Amsterdam karena gagal menggeser NEC Nijmegen dari posisi tiga klasemen.
Saat ini, Ajax dan NEC Nijmegen memiliki perolehan poin serupa, yakni 43 poin. Persaingan memperebutkan tiket kompetisi Eropa lantas semakin memanas seiring dengan menipisnya sisa pertandingan di musim reguler.
Maarten pun kesal timnya gagal memetik tiga poin dalam pertandingan itu. Dia mengkritik daya juang tim yang kurang kuat untuk merebut kemenangan.
"Sebagai Ajax, Anda selalu harus mengalahkan NEC. Terutama jika Anda mempertimbangkan situasi yang kami hadapi, berjuang untuk posisi kedua," kata Maarten dikutip dari Voetbal Primeur, Minggu (22/2/2026).
"Itu sama sekali tidak dapat diterima," tambahnya.