ERA baru Timnas Indonesia di bawah komando pelatih asal Inggris, John Herdman, akan segera dimulai pada ajang FIFA Series 2026. Turnamen yang digelar di kandang sendiri pada 24-31 Maret 2026 ini akan mempertemukan Skuad Garuda dengan Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts and Nevis.
Namun, tantangan berat langsung menghadang Herdman. Jenderal lapangan tengah, Thom Haye, dipastikan absen panjang setelah dijatuhi sanksi berat oleh FIFA akibat protes keras kepada wasit saat laga kontra Irak. Gelandang Persib Bandung itu dilarang tampil dalam empat pertandingan dan denda 5.000 Swiss Franc.
Kehilangan Haye tentu meninggalkan lubang di lini tengah. Beruntung, Timnas Indonesia memiliki stok gelandang berkualitas yang siap unjuk gigi dan menggantikan peran Thom Haye. Lantas siapa saja mereka?
Sering dijuluki si anak hilang dari Eropa, Nathan tampil sangat stabil di kasta kedua Liga Belanda bersama Willem II musim ini dengan catatan 24 penampilan dan satu gol serta satu assist. Meski posisi alaminya adalah bek kiri, Nathan sudah terbiasa memerankan deep-lying playmaker saat berduet dengan Haye.
Dengan absennya sang senior, pemain berusia 24 tahun ini menjadi kandidat paling ideal untuk mengatur tempo permainan dari lini belakang.
Pemain muda berusia 22 tahun ini merupakan tandem sejati Thom Haye di lini tengah. Ivar memiliki pengalaman internasional yang mumpuni dengan 18 caps dan peran vital membawa Garuda ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Musim ini, Ivar Jenner membuat keputusan besar dengan bermain di Super League untuk membela Dewa United. Ia memutuskan bermain di Liga Indonesia dengan harapan mendapatkan menit bermain yang sempat hilang di Jong FC Utrecht.
Gelandang senior asal Jakarta ini tengah berada dalam performa puncak di level Asia. Adam Alis turut berperan penting atas bersinarnya Persib di AFC Champions League 2 2025-2026.
Pengalaman dan ketajamannya bisa memberikan dimensi baru di lini tengah John Herdman yang lebih ofensif.
Ricky tetap menjadi opsi konsisten berkat statistik impresifnya di liga domestik. Bersama Dewa United musim ini, ia telah mencatatkan 20 penampilan dan menyumbang tiga assist.
Kemampuannya dalam melakukan tusukan dari lini kedua sangat dibutuhkan untuk memecah kebuntuan saat melawan tim-tim dengan pertahanan rapat.
Representasi bakat muda Indonesia, Arkhan Fikri, dinilai sudah matang untuk naik kelas sepenuhnya ke tim senior. Pemain berusia 21 tahun ini merupakan ruh permainan di skuad U-23.
Kelincahan dan visinya dalam mengalirkan bola membuat Arkhan layak diuji oleh John Herdman dalam skema permainan cepat yang mungkin akan diterapkan.
(Rivan Nasri Rachman)