"Kami ingin membawa kebahagiaan untuk seluruh negeri dan membuktikan bahwa futsal adalah olahraga masa depan ketika dijalankan dengan visi, perencanaan, dan keberanian. Dan kita sudah melihatnya. Kita sudah membuktikannya," tutur Hector Souto.
"Sekarang saatnya menyatukan kekuatan untuk memodernisasi futsal kita. Kita tidak bisa terus hidup dalam budaya usaha minimum atau terjebak pada paradigma yang sudah usang," tambahnya.
Menurut Hector Souto, kekalahan ini menghasilkan dua pilihan untuk Timnas Futsal Indonesia; bangkit dan berjalan atau hancur. Ditilik dari tekadnya, Hector Souto tentu saja tidak akan memilih opsi kedua.
"Seguimos. Love you all," tutup pelatih yang membawa Bintang Timur Surabaya dua kali juara Pro Futsal League.
(Ramdani Bur)