KISAH kapten Timnas Futsal Jepang, Shimizu Kazuya, belum mampu menyembunyikan rasa terpukulnya usai timnya disingkirkan Timnas Futsal Indonesia di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Kekalahan itu terjadi pekan lalu dan menjadi pukulan telak bagi Samurai Biru -julukan Timnas Futsal Jepang.
Timnas Futsal Jepang harus mengubur mimpi melangkah ke final setelah takluk 3-5 dari Indonesia di Indonesia Arena, Jakarta pada Kamis 5 Februari 2026. Hasil tersebut memastikan langkah mereka terhenti di babak empat besar.
Kekalahan ini terbilang mengejutkan, mengingat Jepang datang dengan status raksasa Asia dan koleksi empat gelar Piala Asia Futsal. Sementara itu, Indonesia baru pertama kali tampil di babak semifinal Piala Asia Futsal.
Tersingkirnya Jepang bukan hanya mengguncang atmosfer Jakarta sebagai tuan rumah turnamen. Hasil itu juga mengundang sorotan luas dari publik futsal Asia.
Rasa kecewa itu masih membekas dalam diri Shimizu Kazuya. Ekspresinya terlihat jelas melalui unggahan di media sosial yang dia bagikan belum lama ini.
"AFC Futsal berakhir dengan kekalahan di babak 4 besar. Saya sangat kecewa karena tidak bisa membalas harapan semua orang yang telah mendukung kami hingga akhir dengan hasil yang memuaskan," ujar Shimizu Kazuya, Okezone mengutip dari akun Instagram pribadinya, @fuga11kazuya.
"Saya akan menghadapi kekecewaan ini dengan tegar, memprosesnya, bangkit kembali, dan melanjutkan jalan yang saya yakini," sambung pemain futsal berusia 29 tahun ini.
Rasa kecewa Shimizu Kazuya kian terasa karena dirinya gagal memaksimalkan peluang emas lewat titik putih. Pada babak tambahan melawan Timnas Futsal Indonesia, eksekusi penalti keduanya di pertandingan itu meleset dari gawang skuad Garuda dan menjadi momen krusial yang disesali.
"Terima kasih banyak atas kepercayaan dan dukungan kalian, baik di saat senang maupun sulit. Dukungan kalian yang membuat saya dapat terus melangkah ke depan," tutur Shimizu Kazuya.
"Saya sangat berterima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan dan akan terus berusaha setiap hari menuju tujuan baru," pungkas Shimizu Kazuya.
(Ramdani Bur)