"Jadi, saya pikir di masa depan kami perlu meningkatkan permainan membangun serangan," tegas pria berusia 44 tahun itu.
Souto mengatakan, teknik permainan ini berkesinambungan dengan kebiasaan para pemain ketika bermain di klub. Oleh sebab itu, ia ingin kualitas kompetisi terus ditingkatkan.
"Sistem penyerangan karena memang benar di liga ada satu kecepatan permainan, dan ketika Anda datang ke turnamen seperti ini, di liga kecepatan permainannya berbeda, di Asia Tenggara kecepatannya sedikit lebih tinggi, dan di Asia jauh lebih tinggi, seperti yang Anda lihat di laga ini," terang Souto.
"Namun demikian, Iran tampil bagus dan kami bisa bersaing. Jadi, menurut saya, kami perlu meningkatkan serangan, dan beberapa kesalahan di babak pertama menciptakan peluang bagi mereka untuk mencetak gol dan kami tidak boleh melakukan itu di final melawan Iran karena jika tidak, pasti kami akan kebobolan," pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)