Timnas Futsal Indonesia Runner up Piala Asia Futsal 2026, Hector Souto: Mental Kami yang Terkuat di Turnamen!

Cikal Bintang, Jurnalis
Senin 09 Februari 2026 02:44 WIB
Hector Souto kagum dengan kekuatan mental Timnas Futsal Indonesia (Foto: AFC/SJ Sai)
Share :

JAKARTA – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, tidak risau dengan gelar runner up Piala Asia Futsal 2026. Ia menyebut anak asuhnya paling kuat secara mental meski harus dibenahi lagi sisi teknisnya.

Timnas Futsal Indonesia meraih gelar runner up Piala Futsal Asia 2026. Sejarah itu tercipta setelah Skuad Garuda kalah dari Timnas Futsal Iran lewat babak adu penalti 5-5 (4-5) di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026 malam WIB.

1. Paling Kuat Secara Mental

Ini merupakan kekalahan terhormat mengingat Iran sudah 13 kali menjuarai Piala Asia Futsal (kini 14). Souto mengakui, kekuatan mental anak asuhnya sangat luar biasa di turnamen edisi kali ini. Ia ingin Israr Megantara dan kolega mempertahankan mentalitas tersebut.

"Pertama-tama, saya pikir kami sangat kuat secara mental. Kami adalah tim terkuat secara mental di turnamen ini,” kata Souto usai laga, dikutip Senin (9/2/2026).

Soal teknik, Timnas Futsal Indonesia sejatinya bisa mengimbangi Iran. Namun, kata Souto, ada beberapa hal yang harus ditingkatkan terutama dari cara bertahan dan transisi ketika menyerang.

"Kemudian, saya pikir tentu saja kami berusaha sebaik mungkin dalam bertahan, tetapi terkadang mereka (Iran) bisa menciptakan keunggulan karena mereka memiliki kualitas luar biasa dengan pemain-pemain level atas di kancah dunia," jelas Souto.

 

"Jadi, saya pikir di masa depan kami perlu meningkatkan permainan membangun serangan," tegas pria berusia 44 tahun itu.

2. Kebiasaan di Liga

Souto mengatakan, teknik permainan ini berkesinambungan dengan kebiasaan para pemain ketika bermain di klub. Oleh sebab itu, ia ingin kualitas kompetisi terus ditingkatkan.

"Sistem penyerangan karena memang benar di liga ada satu kecepatan permainan, dan ketika Anda datang ke turnamen seperti ini, di liga kecepatan permainannya berbeda, di Asia Tenggara kecepatannya sedikit lebih tinggi, dan di Asia jauh lebih tinggi, seperti yang Anda lihat di laga ini," terang Souto.

"Namun demikian, Iran tampil bagus dan kami bisa bersaing. Jadi, menurut saya, kami perlu meningkatkan serangan, dan beberapa kesalahan di babak pertama menciptakan peluang bagi mereka untuk mencetak gol dan kami tidak boleh melakukan itu di final melawan Iran karena jika tidak, pasti kami akan kebobolan," pungkasnya.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya