ALEX Pastoor bocorkan filosofi taktik yang mungkin akan dipakai Timnas Indonesia. Menariknya, ia sempat menyinggung soal formasi 9-0-1!
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Love Televisie, Pastoor mengaku merupakan pelatih yang haus kemenangan. Mantan pelatih Almere City itu tak menutup kemungkinan melakukan berbagai cara untuk menang.
Salah satunya adalah memainkan pola permainan bertahan. Pastoor berpendapat, bermain bertahan bukan berarti tim berorientasi pada hasil imbang atau menyerah pada keadaan.
“Saya melihat diri saya sebagai ahli strategi. Saya pastinya ingin memenangkan setiap pertandingan. Kami ingin memenangkan sebanyak mungkin bola di kotak penalti kami,” kata Pastoor dilansir dari kanal YouTube Love Televisie, Minggu (2/2/2025).
“Jika bicara tentang total football maka itu harus melihat dulu pemain yang Anda punya, siapa lawannya, tergantung situasi pertandingan,” imbuh pria asal Belanda itu.
“Saya lebih banyak mengutamakan pada kemenangan. Jika itu berarti harus menurunkan formasi 9-0-1 untuk menang, saya akan melakukannya,” tukas Pastoor.
Pria berusia 58 tahun itu mengakui, formasi bertahan hanya sebatas asumsi saja. Ia mengatakan, permainan defensif juga bisa saja menjadi taktik untuk memenangkan permainan. Menurutnya, itu tergantung bagaimana sang pelatih dan pemain mengeksekusi taktik tersebut.
“Namun, itu hanya asumsi yang saya benci. Jika Anda bermain dengan (formasi) 5-3-2 yang selalu dilihat sebagai informasi yang sangat defensif, tetapi itu bagaimana Anda mengeksekusi taktiknya,” jelas Pastoor.
Semua ucapan Pastoor tentu bisa jadi akan menjadi gambaran kecil bagaimana taktik Timnas Indonesia di bawah arahan Patrick Kluivert. Ia memang disebut akan membantu dalam hal taktik dan strategi.
Timnas Indonesia arahan tim kepelatihan sebelumnya, Shin Tae-yong dan kolega, terkenal dengan permainan pragmatis dengan transisi cepat. Pelatih asal Korea Selatan itu sering menerapkan taktik transisi dari bertahan ke menyerang yang sangat cepat.
Taktik yang biasa diterapkan oleh Kluivert di tim sebelumnya disebut-sebut berlawanan dengan Shin. Tentunya, menarik menanti bagaimana penyesuaian taktik di Timnas Indonesia.
(Wikanto Arungbudoyo)