Andi Ramang mencuri perhatian ketika Timnas Indonesia menghadapi Uni Soviet di babak perempatfinal. Kala itu, Andi Ramang yang memiliki postur tubuh kecil justru mampu bersaing melawan bek-bek besar nan tangguh dari Uni Soviet.
Bahkan salah satu kiper terhebat dunia yang membela Uni Soviet saat itu, yakni Lev Yashin dibuat jatuh bangun untuk menepis tendangan dari Andi Ramang.
“Bek-bek Uni Soviet yang bertubuh raksasa langsung terbangun saat Ramang yang bertubuh mungil melewati dua pemain dan memaksa Lev Yashin melakukan beberapa aksi penyelamatan,” begitu isi keterangan FIFA saat memperingati 25 tahun meninggalnya Andi Ramang pada September 2012 silam.
"Tidak hanya Uni Soviet dan Lev Yashin yang kewalahan menghadapi Indonesia dengan Ramang-nya. Tapi Jerman Timur juga pernah merasakan ketangguhan Timnas Indonesia yang membuat mereka (Jerman Timur) nyaris kalah," lanjut pernyataan FIFA.
Meski menyulitkan Lev Yashin, laga berakhir 0-0 dan membuat pertandingan Timnas Indonesia kontra Uni Soviet dilanjutkan ke partai ulangan. Di laga kedua, Andi Ramang sudah dikenal dan penjagaan ketat pun dilakukan Uni Soviet,
Alhasil, Timnas Indonesia justru kalah 0-4 dan gagal melaju ke semifinal Olimpiade 1956 Melbourne, Meski gagal menang, penampilan Andi Ramang berhasil mencuri perhatian dunia.