KISAH sedih Gabriel Batistuta, sang legenda asal Argentina yang pernah putus asa hingga ingin amputasi kaki akan diulas Okezone pada artikel ini. Nama Gabriel Batistuta telah menjadi legenda bagi para pencinta sepakbola di seluruh dunia.
Mencetak 56 gol dalam 78 caps bersama Timnas Argentina, membuat Batistuta menjadi pemain dengan gol terbanyak kedua di Tim Tango setelah Lionel Messi.
Di level klub, Batistuta sukses mencetak lebih dari 300 gol dalam 516 penampilannya selama 17 tahun. Catatan itu diukirnya bersama Newell's Old Boys, River Plat, Boca Juniors, Fiorentina, hingga AS Roma.
Penampilannya yang selalu sangat tajam di lini depan yang menjadikannya sangat ditakuti kala dirinya masih aktif bermain. Bahkan, banyaknya gol yang dicetak Batistuta membuatnya dipanggil dengan nama Batigol.
Sayangnya, nasib buruk menimpa Batistuta setelah pensiun dari dunia sepakbola pada 2005. Usai tidak aktif bermain, Gabriel Batistuta mengalami masalah pada pergelangan kaki yang membuatnya tidak bisa berjalan.
“Saya meninggalkan sepakbola dan dalam semalam saya tidak bisa berjalan,” kata Gabriel Batistuta kepada TyC Sports pada 2014, dilansir dari Daily Star, Rabu (27/12/2023).
“Saya mengompol, padahal jarak kamar mandi hanya 3 meter. Saat itu, jam 4 pagi dan saya tahu jika saya berdiri, pergelangan kaki saya akan membuat saya mati,” sambungnya.
Setelah kejadian itu, Batistuta menemui salah seorang dokter spesialis ortopedi di negaranya. Dirinya meminta agar sang dokter mengamputasi kakinya yang telah menahan sakit tak tertandingi.
“Saya menemui Dokter Avanzi (dokter spesialis ortopedi) dan menyuruhnya memotong kaki saya. Dia menatap saya dan mengatakan saya gila," ucap Batistuta.
"Saya tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Saya tidak dapat menjelaskan dengan kata-kata seberapa parah rasa sakit yang saya rasakan. Saya menatap Oscar Pistorius dan berkata, 'Itulah solusi saya,’" jelas Batigol.
Beruntung, pada saat itu, dokter yang menangani Batistuta tidak mengiyakan permintaan sang pemain. Sang dokter kemudian memilih untuk memasang sekrup di pergelangan kakinya karena masalah yang dialami Batistuta saat itu adalah tidak lagi memiliki tulang rawan atau tendon di pergelangan kakinya.
Perlahan, kondisi kakinya membaik dan rasa sakit luar biasa yang pernah dialaminya mulai mereda. Namun, Batistuta tetap tidak bisa lagi berjalan dengan normal karena saat aktif bermain dirinya memberikan beban yang tak semestinya pada kakinya.
Itulah kisah sedih Gabriel Batistuta, sang legenda asal Argentina yang pernah putus asa hingga ingin amputasi kaki.
(Djanti Virantika)