KISAH KNVB yang minta PSSI jang kebanyakan naturalisasi pemain asal Belanda akan dibahas Okezone di artikel ini. Seperti yang diketahui, PSSI sedang gencar mengincar pemain keturunan untuk dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia.
Cara tersebut dilakukan agar bisa memperkuat Timnas Indonesia secara instan. Sebab banyak agenda besar yang menanti Timnas Indonesia dalam waktu dekat ini, sebut saja seperti Piala Asia 2023 pada awal tahun depan hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Untuk meraih hasil maksimal di kedua kompetisi tersebut, maka PSSI pun memutuskan untuk menaturalisasi sejumlah pemain yang memang diincar oleh pelatih Shin Tae-yong. Menariknya, banyak pemain yang dinaturalisasi itu adalah pemain asal Belanda.
Sebut saja seperti Shayne Pattynama, Sandy Walsh, Rafael Struick, Ivar Jenner, dan yang terbaru adalah Justin Hubner. Selain itu Stefano Lilipaly, Marc Klok, Ezra Walian, Raphael Maitimo, Sergio van Dijk, Tonnie Cusell, Diego Michiels, Ruben Wuarbanaran dan lainnya juga pemain asal Belanda yang sukses dinaturalisasi oleh PSSI.
PSSI pun dipastikan masih akan terus menambahkan jumlah pemain naturalisasi. Terdekat Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On menjadi pemain asal Belanda lainnya yang siap dinaturalisasi.
Bahkan Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On disebutkan hanya tinggal datang ke Indonesia untuk mengambil sumpah Warga Negara Indonesia (WNA). Selain itu masih ada Ragnar Oratmangoen yang juga berpotensi dinaturalisasi, belum lagi ada juga Thom Haye.
Melihat banyak pemain asal Belanda itu dinaturalisasi, Sekjen Federasi Sepakbola Belanda (KNVB), Gijs de Jong pun meminta kepada PSSI agar tidak kebanyakan menaturalisasi pemain asal Belanda.
“Marc Klok salah satu contohnya. Dia tadinya pemain asal Belanda, sekarang memperkuat Timnas Indonesia. Tentu bagus, tapi jangan banyak-banyak,” kata Gijs de Jong, kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia di Jakarta, pada Kamis 1 September 2023 lalu.
Tentunya tidak ada larangan terkait naturalisasi pemain tersebut. Selama sang pemain sepakat pindah timnas yang dibela dan PSSI menjalankan semua prosesnya dengan sesuai peraturan, maka cara tersebut tentu sah-sah saja.
(Rivan Nasri Rachman)