TURIN – Pelatih Lazio, Maurizio Sarri melontarkan pernyataan nyeleneh soal kemungkinan dirinya melatih klub di Liga Arab Saudi. Ia justru bertanya balik kepada wartawan apakah Liga Arab Saudi membebaskan dirinya merokok atau tidak.
Sarri memang dikenal sebagai perokok berat. Bahkan pada wawancara di tahun 2019 silam, eks pelatih Napoli dan Juventus ini pernah mengakui bahwa dirinya merokok sebanyak 60 batang sehari.
“Saya merokok 60 kali sehari, mungkin terlalu banyak,” kata Sarri ketika wawancara bersama La Nuova Riviera, dilansir Daily Mail.
Media Inggris, Mirror bahkan memiliki versi berbeda. Media tersebut menyebut bahwa Sarri menghabiskan 80 batang rokok per hari.
Namun Sarri harus menahan mulut asem selama menukangi Chelsea pada musim 2018-2019 silam. Pasalnya, Liga Inggris tidak memperbolehkan seseorang merokok di area stadion.
Sarri kemudian ditanya perihal kemungkinan dirinya meninggalkan Lazio dan hijrah ke klub Liga Arab Saudi. Namun menariknya, arsitek berusia 64 tahun ini malah bertanya balik kepada awak media.
Sarri bertanya apakah di Arab Saudi bisa bebas merokok atau tidak. Sarri tidak menutup peluang hijrah ke Arab Saudi asalkan di sana dia tidak harus repot-repot mencari area khusus merokok.
“Pelatih di Arab Saudi? Bolehkah saya merokok di sana? Lalu kita lihat saja,” kata Sarri dilansir Mirror, Sabtu (25/11/2023).
Menariknya lagi pada kesempatan lainnya, Sarri mengatakan ingin mengakhiri karier kepelatihannya bersama Lazio. Hasil impresif, dimana Biancocelesti finis di posisi runner-up grup E Liga Champions 2023-2024 membuat dirinya betah berlama-lama di Olimpico.
“Saya baik-baik saja dan saya ingin mengakhiri karier saya di sini. Awal yang campur aduk tidak membuat saya berubah pikiran,” ujarnya.
Kontrak Sarri bersama Lazio sendiri masih tersisa cukup lama. Dia diikat kontrak berdurasi hingga musim panas 2025 mendatang.
(Admiraldy Eka Saputra)